Gangguan Pernafasan Pada Odapus

Paru

Edukasi Lupus yang pertama kali di tahun 2011, mengangkat topik yang cukup menarik bahkan mungkin sedang dialami banyak odapus maupun bukan odapus umumnya karena cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, yaitu: “Gangguan pernafasan pada Odapus” yang dibawakan oleh dr. Prayudi Santoso, SpPD-KP, M. Kes. Sekitar 40 orang yang terdiri dari Odapus, pendamping, relawan dan para dokter pemerhati Lupus memenuhi lantai 5 ruang pertemuan Ilmu Penyakit Dalam RS Hasan Sadikin di siang itu.

SLE atau Systemic Lupus Erythematosus merupakan satu dari tiga jenis Lupus. Sesuai dengan namanya yaitu sistemik atau menyeluruh, Lupus jenis ini dapat menyerang seluruh bagian tubuh. Salah satu diantaranya yaitu organ pernafasan paru. Pemaparan dr. Prayudi diawali dengan anatomi singkat paru-paru kita, penyebab penyakit paru yang umumnya kuman-kuman berasal dari udara dan penegakkan diagnosa penyakit paru dengan melihat hasil rontgen.

Manifestasi penyakit paru karena SLE dapat berupa:

  • Nyeri pleuritik hingga efusi pleura. Efusi pleura yaitu adanya cairan pada selaput paru (pleura). Normalnya cairan pada pleura berjumlah 20 cc. Pada efusi pleura, karena adanya infeksi, cairan meningkat lebih dari 20 cc bahkan mencapai 100-400 cc cairan. Tapi efusi pleura tidak selalu terjadi karena SLE. Sehingga pemeriksaan cairan pleura diperlukan untuk membedakan penyebabnya.
  • Pneumonitis adanya infeksi di jaringan paru yang bersifat mendadak (akut) atau menahun (kronik).
  • Hipertensi pulmonal yaitu adanya peningkatan tekanan pada arteri pulmonalis (pembuluh darah di paru-paru). Keluhannya sesak dan terlihat dari hasil rontgen.
  • Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dengan gejala: biasanya batuk, umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Odapus lebih rentan terkena ISPA bukan hanya karena SLEnya sendiri, tapi karena diberikan terapi imunosupresan yang menekan sistem imunnya, sehingga menekan daya tahan
    tubuh dan mempermudah berkembangnya virus dan bakteri.
  • TBC, jika odapus mengalami batuk berlangsung lama 1-2 minggu, maka dapat dicurigai menderita TBC. Namun dokter juga harus berhati-hati dalam mendiagnosa mengingat pengobatann TBC yang berlangsung lama. Diagnosa ditegakkan berdasarkan hasil rontgen dan pemeriksaan dahak.
  • Manifestasi lain yang dapat timbul, yaitu: Asma dengan gejala batuk-batuk, mengi (nafas bunyi), dada tertekan, terbangun malam hari karena sesak atau batuk. Pada saat asma, saluran pernafasan menyempit dan terdapat secret (lendir) di tempat tersebut sehingga menyulitkan untuk bernafas.

Adapun pengobatannya, tergantung penyebab dari gangguan pernafasannya sendiri. Jika karena SLE-nya, maka diberikan pengobatan sesuai untuk SLEnya, tapi jika memang ada infeksi yang berkembang, maka diperlukan antibiotik.

Berbagai manifestasi paru di atas tidak akan terjadi pada pasien SLE, jika SLE terkontrol dengan baik. Sehingga dianjurkan SLEnya terkendali.

Edukasi kali ini lebih banyak diselingi tanya jawab seputar penyakit pernafasan terutama berdasarkan pengalaman odapus sendiri. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang diajukan :
Tanya : Apa yang harus dilakukan jika setelah pengobatan, keluhan sesak nafas masih saja berlangsung/ tidak ada perubahan?
Jawab : Jika tidak ada perubahan setelah pengobatan, maka akan dilakukan evaluasi lagi untuk mencari penyebab lain sesak nafas.

Tanya : Salah satu gejala seseorang terdiagnosa lupus adalah pleuritis (nyeri pada selaput paru). Apa perbedaan pleuritis sebagai gejala awal lupus dan pleuritis yang diakibatkan karena adanya infeksi paru yang berkembang setelah menurunnya daya tahan tubuh sebagai efek penggunaan
imunosupresan?
Jawab : Cara membedakannya adalah dengan memberikan terapi untuk lupusnya. Bila dengan terapi lupus perbaikan, menunjukkan pleuritisnya bukan disebabkan oleh infeksi.

Tanya : Apakah Odapus diperbolehkan mendapatkan vaksin flu?
Jawab : Penggunaan vaksin pada pasien SLE harus hati-hati. Vaksin, ada yang terbuat dari kuman yang dilemahkan dan recombinant, yang memang khusus dibuat untuk menangkal penyakit itu. Bagi Odapus lebih baik menggunakan yang recombinant.
Namun hati-hati bagi odapus yang sedang menggunakan Steroid dosis tinggi karena penggunaan vaksin tidak akan efektif. Flu sendiri penyebabnya adalah virus. Penyakit karena virus tidak ada obatnya. Sembuh dengan
sendirinya asal jaga kondisi, kontrol teratur, Cukup istirahat, makan dan tidur akan mengalami perbaikan dengan sendirinya. Perlu diperhatikan adalah orang yang alergi terhadap putih telur tidak boleh mendapat vaksin flu karena zat pembawa vaksin mengandung putih telur.

Tanya  : Bolehkan menggunakan obat batuk beli bebas?
Jawab  : Hal pertama yang dilakukan saat akan membeli obat batuk adalah membedakan jenis batuknya. Apakah batuk berdahak atau batuk kering? Jika batuk berdahak, gunakan obat batuk jenis ekspektoran atau mukolitik untuk mengencerkan dahak. Sedangkan untuk batuk kering menggunakan obat batuk jenis antitusif. Namun obat itu hanya bersifat sementara dan bila tidak ada gejala penyerta lainnya seperti demam atau sesak napas. Bila ada
gejala lain dan batuk menetap sebaiknya segera berobat ke dokter.

Tanya  : Apakah gejala miliary TB?
Jawab : TBC dapat menyerang seluruh organ tubuh, bukan hanya paru-paru, seperti: otak, selaput otak, mata, kelenjar, paru, jantung, usus, sendi, tulang.  TB millary adalah yang menyerang paru-paru tapi dengan bentuk rontgen khas yang menyebar.  Gejala : Batuk dan demam.

Tanya  : Bolehkah Odapus menggunakan terapi  Ceragem?
Jawab  : Belum ada penelitian ilmiah mengenai manfaat ceragem ini bagi Odapus. Harus berhati-hati karena ada  yang sempat  mengalami luka bakar karena tak terkontrolnya panas/ temperatur yang digunakan.

Tanya : Bolehkan Odapus menggunakan terapi  akupuntur?

Jawab Tak boleh untuk Odapus dengan kelainan darah, karena  ada resiko pecah pembuluh darah. Namun bagi odapus dengan keluhan nyeri sendi, ada yang merasakan manfaat dari akupuntur ini untuk mengurangi rasa nyeri.

Sedikit tambahan informasi diberikan oleh dr. Laniyati Hamijoyo, SpPD-KR yaitu mengenai pencegahan penularan flu dengan cara:

  1. Menutup mulut saat batuk-batuk.
  2. Cuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan virus melalui tangan.
  3. Menjaga jarak dari penderita Flu, minimal 1 meter
  4. Memakai masker jika sedang flu

Informasi tambahan bagi  para odapus untuk menjaga kebugaran yaitu dengan mengikuti senam reumatik tiap hari rabu jam 06.00 – 07.00 WIB di parkir belakang RSHS dekat Poli Reumatologi.

Acara diakhiri dengan yel-yel Care for Lupus, your caring saves lives. Untuk menyemangati odapus, pendamping, relawan dan dokter. Karena rasa peduli inilah yang akan menyelamatkan jiwa.

Salam mentari pagi,

Rubiah, SDF

Summary Kelompok Edukasi “Gangguan Pernafasan Pada Odapus”

21 Januari 2011

2 thoughts on “Gangguan Pernafasan Pada Odapus

  1. Ika rofiati berkata:

    Saya penderita lupus yg terdeteksi 1 bulan ini

  2. istri saya juga mengidap gangguan pernapasan asma jadi konten ini sangat berguna sekali, terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *