DSP’s Weekend Notes - Hikmah Berbagi Hati

Hikmah-1

HBH usai Lebaran menjamur….. Biasanya diisi dengan ngobrol-ngobrol, makan-makan & berfoto ria. Ternyata lessons of life bisa juga kita dapatkan dari sebuah acara HBH seperti yg kuikuti kemarin. Betapa perjalanan waktu yg menggerus usia & fisik kita bisa berlalu begitu saja tanpa kesan & pemaknaan atau justru dapat kita lalui dengan menjadikan diri ini lebih arif, lebih kaya hati & berlimpah hikmah.

Hikmah-3

“Anne itu aura saya… Saat dia pergi, hidup ini terasa kosong. Mendampingi Anne selama 21 thn dgn kondisi sakitnya menjadikan saya belajar sabar,   bersyukur juga karena dikaruniai buah hati yg manis & berprestasi secara akademis. Anne tak selalu bisa mendampingi saya saat harus berpindah tempat karena tugas. Tapi itu tidak menghambat karir, justru menjadi penyemangat saya…”, tutur Ismet lirih saat sharing session di acara HBH itu. It’s so touchy saat melihat pasangan ini bisa berproses menjadi pasangan jiwa.     Belahan jiwa yg lekat & saling membutuhkan. Ujian sakit disikapi dengan bijak, dihadapi bersama & justru lebih mendekatkan hati. “Kami pernah bergantian tidak bekerja untuk menjaga anak ke-2 yg special needs. Saat ini kami malah memiliki home schooling yg mengokohkan keterlibatan kami di dunia pendidikan. Bahagia itu akan sangat tergantung bagaimana mengelola harapan & keinginan dengan kenyataan yg ada”, papar pasangan kompak Agus & Vita. Pasangan ini sukses ambil sudut pandang yg tepat untuk fokus pada apa yg anaknya bias lakukan, bukan berharap & berangan-angan pada apa yg anaknya tidak bisa. Istimewa itu memang berarti berbeda dengan kebanyakan anak-anak.

Hikmah-2

Tuti juga menimpali dengan 1 kiatnya untuk tetap bisa bahagia dalam kondisi apa pun : kebersyukuran atas apapun yg bisa dinikmati sebagai curahan Kasih Sayang-Nya yg berkelimpahan. Lain lagi dengan Okki, yg terus memproses dirinya agar dapat cantik lahir batin. Belajar dari kegagalan dengan terus memompa semangatnya tuk berkarya & bermanfaat bagi banyak orang. Penny yg sempat curcol karena ketiadaan Wiman disampingnya saat acara, merasa sangat bersyukur dengan perkembangan anak semata wayang mereka yg juga autis ringan.

Menarik juga untuk melirik kehidupan pasangan Yetty & Didit, yg sebagian besar dari waktu pernikahannya dilalui dengan berpisah jarak…..Semua dilewati Yetty dengan tawakal besarkan 3 buah hati mereka. Ah! Betapa indahnya pelajaran yg kudapatkan siang kemarin melalui school of life HBH SMAN 5’83-Bandung. Betapa jika kita bisa serap cinta Ilahi akan membuat hati kita bercahaya & jiwa kita berbinar….. Rela    diatur dengan semua ketetapan dari Sang Maha Bijak & Sang Maha pintar, ikhtiar semampu yg kita bisa kemudian serahkan hasilnya kepada pengaturan terbaik-Nya. Bisa tetap bahagia dalam kondisi apapun & temukan bahagia saat bisa selalu berbagi….. a pleasure of giving. Love you all & have a blessed weekend.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *