SDF Pelopori Kegiatan Sambut Hari Lupus Sedunia

Siaran Pers                                                                                                                                                                                       Bandung, 5 Mei 2017

SDF pelopori kegiatan sambut Hari Lupus Sedunia

Hari Lupus Sedunia yang biasanya diperingati setiap 10 Mei, dimulai gaungnya oleh Syamsi Dhuha Foundation (SDF) – LSM nirlaba peduli Odapus (Orang dengan Lupus) dan peraih Sasakawa Health Prize 2012 dari WHO, besok di Aula Barat ITB, Jl. Ganesha 10 – Bandung. Bekerja sama dengan Sekolah Farmasi ITB dan Fakultas Kedokteran UNPAD, sudah beberapa tahun ini SDF berusaha gali potensi bahan alam Indonesia sebagai suplemen terapi Lupus. “Itulah mengapa acara World Lupus Day (WLD) 2017 digelar di kampus ITB, disamping untuk sosialisasikan juga keberadaan penyakit autoimun ini yang juga disandang oleh beberapa mahasiswi ITB dan bahkan ada satu orang yang tahun ini meninggal dunia karena penyakit ini. Karena itu, kita harus berusaha berbuat sesuatu untuk dapat menyelamatkan jiwa dan meningkatkan kualitas hidup Odapus yang kebanyakan adalah wanita aktif usia produktif 15 – 45 tahun”, tutur Dian Syarief – Ketua SDF yang juga penyandang Lupus dan Low vision. Konsultasi Lupus gratis dengan 12 Dokter Pemerhati Lupus (DPL) multi-disiplinpun digelar tuk berikan akses informasi langsung bagi Odapus dan banyak dimanfaatkan oleh Odapus dari luar Bandung yang masih minin DPL.

‘Go healthy, be happy’ adalah tema yang diangkat SDF di WLD kali ini, bertujuan tuk ajak Odapus tingkatkan kualitas hidupnya, bangun kesadaran untuk hidup sehat jiwa dan raga serta tingkatkan produktivitas. “Dimulai dengan hal sederhana yang dapat dilakukan sendiri di rumah, yaitu : berlatih senam Lupus secara teratur, pilih makanan yang lebih sehat seperti sayuran dan buah organik yang ditanam sendiri. Selain itu, Odapus harus kenali penyakit dan monitor perjalanan penyakitnya sehingga Lupus-nya terkendali. Caranya adalah dengan gunakan aplikasi Lupie Diary yang memungkinkan Odapus miliki catatan medis pribadi dan mudahkan Odapus jalankan terapi serta konsultasi ke dokter yang merawat”,  jelas Eko Pratomo – Pendiri SDF.

Acara WLD kali ini diwarnai dengan talk show yang tampilkan beberapa pembicara :

  • dr. Ekasakti Octohariyanto, MCHt, CI, CMTNLP, EFT INA, Odapus yang berhasil selesaikan studi S1 dan S2-nya di Fakultas Kedokteran UI – Jakarta. Eka yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM FK UI ini, bagikan kiat suksesnya dalam kelola penyakit dengan tetap aktif berkegiatan di kampus baik di bidang akademis maupun organisasi. Saat ini Eka bertugas di salah satu Puskesmas di Jakarta.
  • Luky Lambang Santoso, penyandang autoimun berlatarbelakang pendidikan Teknik Industri UNPAS, paparkan pengalamannya menjadi wirausahawan kebun organik. Luky termotivasi tuk membangun RKP (Rumah Kayu Permaculture), yang hasilnya dapat dinikmati sendiri dan menyehatkan.
  • dr. Laniyati Hamijoyo SpPD-KR., Mkes, wakil DPL yang besarkan hati Odapus melalui bukunya ‘Asa untuk sang Kupu-Kupu’. Sementara Eko Pratomo selipkan kiat menjaga kesehatan keuangan bagi Odapus dan perkenalkan program e-learning – SDF.
  • Ade Rai, sebagai pembicara terakhir bagikan kiat-kiatnya bagaimana menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

SDF yang sedang mencoba bertransformasi dari LSM nirlaba menjadi wirausahawan sosial, pada kesempatan WLD kali ini juga memfasilitasi anggotanya untuk menjual aneka produk dan kreasi mereka. Diantaranya adalah Lupie’s Pack (perlengkapan Odapus) yang berisi : payung cantik Lupie, kotak obat Lupie, masker penutup mulut dan hidung serta tabir surya. Perlengkapan tersebut dibutuhkan untuk melindungi Odapus dari paparan sinar matahari langsung dan hal-hal yang bersifat infectious. Juga Gerobak Lupie yang berisi aneka produk organik, penjualan produk organik ini merupakan rangkaian proses yang dimulai sejak bulan Februari 2017 lalu, dimana SDF selenggarakan pelatihan berkebun organik yang diikuti pula dengan wisata kebun organik. Adapun Warung Lupie sajikan aneka jajanan Bandung.

Dipenghujung acara, akan tampil vokalis Rieka Roeslan yang berkolaborasi dengan The LuLo (kelompok musik Lupies dan Lovies) dan Band ITB ’87. Tak lupa pada WLD kali ini SDF juga ajak peserta tuk sumbangkan barang elektronik yang sudah tak terpakai (e-waste), dimana hasil donasinya akan dimanfaatkan tuk menunjang kegiatan penelitian di Care for Lupus SDF.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi :

WLD-2017-Event

e-waste

Jl. Ir. H. Juanda No.369 Komp. DDK No. 1 Bandung 40135, Indonesia

P/F +62.22.250 2008, +62.22.250 4050 M. +62.813 2050 9446 Email : end@cbn.net.id, www.syamsidhuhafoundation.org

Syamsi Dhuha Yayasan Acc. No. 700 009 24 97 Bank Syariah Mandiri Hasanuddin – Jakarta

Video WLD 2017 : https://drive.google.com/file/d/0BxYvB1adbfDyN2ZOMGw2ZUZTc3M/view?usp=sharing

Liputan WLD 2017 di Net TV : 

Liputan WLD 2017 di Metro TV : http://m.metrotvnews.com/play/2017/05/10/698565

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *