Sebuah Ikhtiar Tuk Bisa Melihat

Sahabat tercinta,

Sekecil apapun penglihatan yg tersisa, akan sangat berharga bagi pemiliknya. Kondisi keterbatasan penglihatan ini, ada yg telah disandang sejak lahir, masih kecil/remaja maupun setelah dewasa. Bagi yg masih bersekolah/kuliah, alat bantu penglihatan sangat dibutuhkan bagi mereka tuk belajar. Bagi yg sudah dewasa, alat bantu dibutuhkan tuk bekerja. Lintas usia, alat bantu dibutuhkan tuk bisa berkegiatan & produktif. Inilah yg dorong SDF tuk menginisiasi ‘Lomba Desain Alat Bantu Disabilitas Netra’ (LDABDN) 2017. Mengapa tidak beli saja? Kan bisa impor alat bantu tersebut dari Cina atau India yg relatif lebih murah daripada harus bikin sendiri… Tapi sahabat, ada yg mengganjal di hati ini saat lakukan langkah pertama tadi. Ya! Memang lebih mudah impor barang dari Cina/India, tinggal transfer… barangpun datang. Tapi koq begitu ya? Apakah memang Bangsa ini sedemikian bodoh & malasnya, sehingga tak lagi bisa berpikir tuk bisa membuat alat bantu yg dibutuhkan? Semua inginnya serba mudah & serba cepat. Padahal sepertinya Tuhan ajari kita tuk mencintai proses. Proses belajar yg tak mudah, disertai kegagalan & jatuh bangun. Justru disinilah keindahan proses itu…. Bangkit lagi setelah jatuh, coba lagi setelah gagal (ingat kisah Thomas Alva Edison – sang penemu listrik? Yg penemuannya bermanfaat sepanjang masa). Rasanya apa yg kita coba ikhtiarkan tak seajaib & sespektakuler itu J Yang SDF coba hidupkan adalah semangat tuk berkreasi & berinovasi. Tak mudah patah, tak mudah menyerah dengan situasi & kondisi Negeri yg memang kurang kondusif ini. Tapi semangat berkarya harus tetap dihidupkan, agar kita tak menjadi Bangsa yg miskin ide & keterampilan. Mampu melihat & menangkap peluang dari celah sempit, mensiasati kesulitan yg menghadang di depan mata….

LDABDN diminati oleh sekitar 30 pendaftar, yg kemudian terseleksi menjadi 26 peserta yg kirimkan desain karyanya. Dewan juri yg terdiri dari : DR. Nedina Sari, M.Sn (Ketua Prodi Desain Produk ITB), DR. Hasballah Zakaria, M.Sc (Kepala Lab. Tehnik Biomedika ITB), DR., dr. Andika Prahasta SpM., Mkes (Kepala Dept. I Kesehatan Mata PMN RSM Cicendo) & Ir. Yana Raharja (Praktisi Kewirausahaan & alumni Elektro ITB). Dewan juri menseleksi 26 peserta tersebut menjadi 8 finalis :

  1. PiGlass : alat bantu baca yg diinisiasi 3 mahasiswa : Elektro, TI & Desain Produk ITB,
  2. Inosat : sabuk tuk deteksi penghalang & tentukan arah kiblat, karya 2 mahasiswa : Elektro & Ekonomi UN Semarang,
  3. iStick : tongkat tuk deteksi penghalang panas & air, dirancang oleh 2 mahasiswa : Elektro & Desain Produk ITB,
  4. Stormer : tas pinggang yg bisa bedakan pecahan uang kertas, diinisiasi oleh 3 pelajar kelas 12 SMANU MH. Thamrin Jkt,
  5. Seeker : aplikasi handphone tuk kenali barang atau tempat, diinisiasi oleh 2 alumni Tehnik Mesin Sleman,
  6. Belajar Batik : alat yg mungkinkan disabilitas netra belajar aneka motif batik, diinisiasi oleh  mahasiswa & alumni ITS : Fisika, Elektro & Desain Produk,
  7. Info Trayek : ide perangkat tuk dapat berikan info trayek angkutan bagi disabilitas netra, diinisiasi oleh 3 mahasiswa : Manajemen Rekayasa Industri, TI & Desain Produk ITB,
  8. Eye-ris : tongkat tuk deteksi penghalang yg dilengkapi kamera, dirancang oleh 3 mahasiswa : Elektro, Desain Produk, Perminyakan ITB.

Ke 8 finalis tersebut, diminta tuk membuat prototype yg akan dinilai kembali oleh Dewan Juri tuk ditentukan pemenang/juara 1 s/d 3. Hadiah senilai total Rp. 22,5 juta akan diserahkan kepada para pemenang di acara puncak World Sight Day : Sabtu, 14 Oktober jam 7 – 12 wib di Auditorium FK UNPAD Lt. 2, Jl. Eyckman 38 BandungKarya para finalis akan dipamerkan bersama display alat bantu Low vision lainnya. Sampai jumpa!

Let’s light up the world with the ray of our heart

Salam

DSP

 

Lomba-Desain-4

Pengantar penjurian LDABDN

Lomba-Desain-1

Dewan Juri LDABDN

Lomba-Desain-5

Finalis 1 : PiGlass – Bandung

Lomba-Desain-7

Finalis 2 : Inosat – Semarang

Lomba-Desain-6

Finalis 3 : iStick – Bandung

Lomba-Desain-2

Finalis 4 : Stormer – Jakarta

Lomba-Desain-3

Finalis 5 : Seeker – Sleman

Lomba-Desain-11

Finalis 6 : Belajar Batik – Surabaya

Lomba-Desain-8

Finalis 7 : Info Trayek – Bandung

Lomba-Desain-10

Finalis 8 : Eye-ris – Bandung

Lomba-Desain-9

Para finalis & Dewan juri LDABDN

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *