Aneka Kreasi di WSD 2017

Aneka kreasi di WSD 2017

Dengan usung tema ‘My Sight, My Blessing’, World Sight Day (WSD) 2017 digelar 14 Oktober lalu di Auditorium RSP FK UNPAD Bandung. Hadirkan acara utama  Kelas Cerdas Finansial, Peluncuran audio book ‘Belajar Bahagia’, Penghargaan Lomba Desain Alat Bantu Disabilitas Netra (LDABDN) yg dikemas dalam tampilan musik tari. Tak ketinggalan dengan Konsultasi Mata Gratis, Pameran Alat Bantu Lovi dan prototipe finalis LDABDN, Pameran Lukisan karya Disabilitas Netra (DN), berbagai souvenir SDF, aneka jajanan Bandung dan sayuran sehat. Peserta hadir dari Bandung dan juga luar kota seperti Palembang, dari berbagai kalangan : pelajar, mahasiswa, institusi dan umum. Para pesertapun antusias untuk coba karya para finalis LDABDN dan ‘Self Reader’ yg dikembangkan SDF bersama relawan dari ITB. Mereka berharap alat-alat tersebut dapat segera diproduksi.

Dalam Kelas Cerdas Financial yg merupakan bagian ‘Gerakan Indonesia Cerdas Finansial (GICF)’, Yanti Sufianti, STP, MSi (fasilitator GICF), ajak peserta tuk kelola keuangan pribadi dengan lebih baik, memilah apa yg memang dibutuhkan dan menjadi prioritas, bukan hanya sekedar penuhi yg menjadi keinginan saja. Tak lupa sisihkan cadangan dana darurat. Sahabat DN DR. Didi Tarsidi, bagikan pengalamannya kelola keuangan hingga dapat nikmati masa pensiun dan juga ajak peserta manfaatkan teknologi tuk kelola keuangan pribadi. Beliau demokan penggunaan aplikasi Money Recognition. “Sudah lama saya pakai aplikasi ini tuk mudahkan ketahui pecahan mata uang yg ada”,  tuturnya.

Penggalan perenungan yg dibacakan Karina Apin, Caca Samhudi, diiringi petikan gitar Khrishnan Mohammad, awali peluncuran audio book ‘Belajar Bahagia’. Suasana haru penuh rasa syukur makin terasa saat alunan vokal bening Lovi cilik Widya lantunkan ‘Walau Aku Tak Melihat’. Alhamdulillah para penyandang DN yg hadir di acara WSD, masing-masing dapatkan audio book ‘Belajar Bahagia’ tersebut secara gratis. Secara simbolis diserahkan kepada sahabat Lutfi yg telah selesaikan pendidikan S-1 STKS dan bekerja sebagai terapis NLP.

Pada acara puncak WSD, Ketua Dewan Juri LDABDN, DR. Nedina Sari, M.Sn, umumkan pemenang LDABDN, yaitu : juara pertama PiGlass, alat bantu baca yg diinisiasi 3 mahasiswa : Elektro, TI & Desain Produk ITB; kedua i-Cane, tongkat tuk deteksi penghalang, panas & air, dirancang oleh 2 mahasiswa : Desain Produk & Elektro ITB; dan ketiga Stormer, tas pinggang yg bisa bedakan pecahan uang kertas, diinisiasi oleh 3 pelajar kelas 12 SMANU MH. Thamrin Jakarta. Juara pertama dapatkan hadiah sebesar Rp. 10juta, kedua Rp. 7,5juta dan ketiga Rp. 5juta. SDF dan para juara akan kembangkan dan sempurnakan lagi prototype tersebut hingga siap digunakan oleh para penyandang DN.

Acara ditutup dengan lagu Never Give Up oleh The Lulo and Friends, tegaskan semangat juang, Tak Mudah Patah, Tak Mudah Menyerah.  (HH)

My Sight, My Blessing

Low vision, bright passion

WSD-10

Pameran Alat Bantu Disabilitas Netra

WSD-05

Lovies Friend & Lovies Corner

WSD-09

Konsultasi mata gratis

WSD-08

Konsultasi IT Gratis

WSD-12

WSD-13

WSD-13

Opening speech by Manager SDF, wakil FK UNPAD & wakil PMN RSM Cicendo

WSD-07

Opening dance Ratoh Duek by penyandang DN

WSD-06

WSD-04

Kelas Cerdas Finansial Bagi Disabilitas Netra

WSD-15

WSD-16

WSD-14

WSD-02

Peluncuran Audio book “Belajar Bahagia”

WSD-01

Pengumuman pemenang & penyerahan hadiah LDABDN

WSD-03

Closing song by The Lulo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *