Charity Run for Lupus

Yuk rame-2 daftar dan ajak teman ikutan… Bahagia, Berlari, Berbagi.ย Bisa jadi pelari/pejalan cepat saja atau donatur saja… atau keduannya… ada jersey dan medali finisher yg cantik lho…๐ŸŒž๐Ÿ’š๐Ÿคทโ€โ™€๐Ÿ’ž๐ŸŒป๐Ÿฆ‹

Please visit: www.charityrunforlupus.com
Care for lupus your caring saves lives๐Ÿƒโ€โ™‚๐ŸŒž๐Ÿ’š๐Ÿฆ‹๐ŸŒป

 

www.charityrunforlupus.com

Mumpung lagi ada di Bandung, Jumโ€™at minggu lalu saya mampir sebentar ke Yayasan Syamsi Dhuha, SDF – Syamsi Dhuha Foundation. Setiap kali mampir ke SDF, saya selalu menemukan hal yang baru. Begitu masuk gedung yayasan, saya melihat beberapa orang sedang senam pagi. Yayasan ini memang sangat peduli masalah kesehatan. Karena bergerak di bidang lupus dan low vision, SDF sangat peduli dengan gaya hidup sehat supaya penderita lupus tetap bisa produktif.

Tidak lama menunggu, mas Eko Pratomo datang. Mas Eko ini adalah pendiri yayasan bersama dengan istri tercintanya Dian yang menyandang Lupus sejak lama. Kami pun ngobrol. Walaupun tidak sangat intens, saya cukup mengikuti kegiatan yayasan ini. Misalnya penelitian tentang obat lupus yang sampai sekarang belum ditemukan. Dan karena background pendidikan Dian adalah Farmasi ITB, penelitian tentang obat untuk lupus ini sangat intens dilakukan. Dan konon sudah menunjukkan harapan yang positif. Semoga dalam waktu tidak terlalu lama penyandang lupus bisa mendapatkan obat yang baik. Dan karena penelitian seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka mas Eko harus memutar otak dan bekerja sangat keras bagaimana membiayai kegiatan-kegiatan yayasan yang tidak sedikit ini.

Pagi tadi ketika sedang berolah raga, saya menerima pesan WA dari mas Eko. Isinya mengabarkan kalau SDF akan mengadakan acara Charity Run. Wah, apa lagi nih? Rupanya mas Eko memang tidak pernah berhenti berpikir dan bekerja keras untuk yayasannya. Virtual Charity Run ini dilakukan untuk melakukan penggalangan dana sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat. Dan tanpa banyak berpikir, saya pun spontan mendaftar ikut virtual run sejauh 100km.

Sebagai sesama murid almarhum Prof. Diran, sudah lama saya dan mas Eko saling mendukung kegiatan kami masing-masing. Tahun lalu ketika Yayasan Solidarity Forever menggagas kegiatan ITB Ultra Marathon Jakarta – Bandung, mas Eko adalah orang pertama yang mendukung gagasan ini. Apalagi salah satu motor kegiatan itu adalah mas Gatot Sudariyono yang juga murid almarhum Prof. Diran. Rupanya ada emotional bonding diantara kami bertiga sebagai sesama โ€œkorbanโ€ sistem pendidikan yang sangat spartan dari almarhum guru yang sangat kami cintai dan kagumi itu.

Beberapa bulan yang lalu, saya juga mengikuti virtual charity run sejauh 50 km yang diadakan www.tangankita.org. Lagi-lagi mas Eko menjadi salah satu pendukung kegiatan sosial saya itu. Dia rela merogoh kantongnya 100 ribu rupiah untuk setiap km lelarian saya demi membantu program pembuatan tangan palsu yang dilakukan tangankita itu. Jadi kalau sekarang saya mendukung charityrunforlupus, itu bukanlah hal yang aneh. Kami memang berkomitmen untuk saling mendukung kegiatan sosial kami masing-masing, karena kami percaya kegiatan sosial tidak saja baik bagi lingkungan sekitar kami, tapi juga baik agarbhidup kami menjadi lebih bermakna.

Salam,
Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *