Sayangilah ginjalmu

“Kidneys & Women’s Health” on World Kidney Day

Balai Kota Bandung, 11 Maret 2018

Hiruk pikuk peserta berdatangan, di Minggu pagi, 11 Maret 2018, sebagian besar berseragam hijau muda penuhi Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung.  Ada pojok konsultasi ginjal gratis, stand pemeriksaan tekanan darah dan urin gratis, dan SDF pun berpartisipasi dengan Warung Lupie tawarkan aneka jajanan Bandung.

Diawali dengan Senam Zumba yang cukup meriah, hampir seluruh area taman dipenuhi peserta yang sebagian besar perempuan. Hadir para dokter multi disiplin,  pasien dengan masalah ginjal beserta pendampingnya, para relawan dan masyarakat umum yang sengaja datang ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan ginjal. Tak ketinggalan beberapa Odapus dan relawan SDF pun turut  hadir ikuti acara tersebut.

Pada sesi talkshow yang difasilitasi oleh dr. Afiatin, SpPD-KGH,  Dr. Ria Bandiara, SpPD-KGH & dr. Lilik Sukesi SpPD-KIC, KGH sampaikan tanda dan gejala sakit Ginjal : Pergelangan kaki bengkak, mual/muntah, mudah lelah, sulit tidur, mudah bingung, urin berkurang, kram otot, gatal yang extrim, sesak nafas, tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan. Langkah awal untuk deteksi penyakit Ginjal melalui pemeriksaan laboratorium : urine dan darah. Bila perlu bisa dilengkapi dengan pemeriksaan penunjang lain : USG, foto rontgen, CT scan renogram, dll. Tema yang diambil berkaitan juga dengan Kesehatan Perempuan karena bersamaan dengan Hari Perempuan Internasional. Para pembicara ingatkan peserta untuk peduli dengan kesehatannya karena seringkali para perempuan lebih perhatikan kesehatan keluarganya dibandingkan kesehatan dirinya sendiri.

Dr. Laniyati SpPD-KR dan dr. Sumartini Dewi SpPD-KR menjelaskan keterkaitan gangguan fungsi  ginjal pada penyandang autoimun, khususnya pada pasien Lupus. Lupus nefritis merupakan salah satu komplikasi paling serius dari penyakit SLE. Diperikirakan 60 persen penyandang lupus mengalami Lupus Nefritis.

“Dok apakah wanita dengan kelainan ginjal bisa hamil ?…“, begitu pertanyaan terlontar dari salah satu peserta talkshow. Dr. Zulvayanti, dr. SpOG(K), M.Kes beri penjelasan  dengan bijak,  “Ya, pernah ada pasien saya yang harus rutin cuci darah namun berhasil punya anak dengan kuasa Tuhan, walau dalam prosesnya tidaklah mudah..”.  Wanita dengan keterlibatan ginjal boleh hamil dengan kondisi tertentu. Lakukan kontrol secara teratur, dan selalu waspada akan hal-hal yang mungkin terjadi : Infeksi saluran kemih, ginjal bengkak, kelahiran prematur, bayi meninggal dalam kandungan, tekanan darah tinggi meningkat, kesulitan proses persalinan.

Sahabat tercinta, yuk! pelihara ginjal kita sebagai wujud syukur kita kepada Sang Maha Pencipta. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Bagi yang sudah mendapat ujian sakit Ginjal… yuk! semangat ikhtiar… Never Give Up! (HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *