Charity Run for Lupus di Kroasia & Sumbawa

Sahabat tercinta…

Betapa dada ini bergetar saat melihat campur tangan Sang Maha Kuasa dalam menggerakkan hati 2 sahabat ITB tuk berlari & berbagi – Charity Run for Lupus SDF di belahan bumi yg berbeda… Kroasia – Yugoslavia & Sumbawa – NTB, 2 sahabat hebat itu adalah :

  1. Sahabat M. Faisal Wingky – EL ‘83

“I will dedicate my run for Charity Run for Lupus. Care for Lupus, your caring saves lives. Follow me Live at: Red course: https://www.stotinka.hr/eng/race/731/total_rank?page=23

  1. Sahabat Adi Santosa – EL ‘86

“…berbuat sesuatu untuk orang-orang yg sama sekali tidak kita kenal dan tidak mengenal kita. Karena kita PEDULI.

Saya pribadi belajar banyak hal selama proses persiapan Tambora Challenge 2018,  berlari 320K Lintas Sumbawa. Olahraga lari yg selama ini dikenal (oleh sebagian orang) lebih untuk mencapai target pribadi telah bergeser ke berlari untuk PEDULI. Peduli dengan orang-orang di sekitar kita. Orang-orang yang saya kenal dan kasihi. Sahabat Alumni 8ageur6eulis ITB’86, terutama yg berulang tahun di bulan Februari – Maret 2018. Dan, puncak dari kepedulian itu di tanggal 4-7 April 2018 nanti saya akan berlari untuk orang-orang yg sama sekali tidak saya kenal dan bahkan tidak mengenal saya, saudara-saudara kita yg menyandang LUPUS (ODAPUS, Orang Dengan Lupus).

Sangatlah mudah bagi kita untuk melakukan sesuatu demi membahagiakan orang yg kita kenal dan kasihi. Bahkan, acapkali kita melakukannya dengan “pamrih” tertentu, meskipun tidak selalu demikian. Berlari 320K dengan batasan waktu 72 jam melintasi cuaca ekstrim Trans Sumbawa adalah sesuatu target yg jelas “di luar kemampuan saya” apalagi di usia 50 tahun ini.

Adalah mas Hary P @62818200076 MS’86 yg pertama memberi “Challenge yg sesungguhnya” untuk saya berlari sambil berkampanye Peduli LUPUS saat kami merayakan ultah Agi Heddi Iriana @62818635201 dan beberapa Sahabat 8ageur 6eulis di Cafe . Di tengah hiruk pikuknya kami berpesta, Hary mencoba menjelaskan ke saya tentang apa itu LUPUS dan kenapa kita perlu Peduli Odapus (Orang dengan LUPUS) dan memberikan pendampingan ke keluarganya. Boro-boro ngerti apa yg Hary jelasin, dengerpun tidak!

Dalam perjalanan pulang naik CL dari Tebet ke BSD, iseng2 aku browshing tentang Lupus. Wah! Jadi trenyuh saya dgn pergumulan penderita maupun keluarganya. Lupus mempunyai “sejuta wajah” dgn berbagai gejala dan jika orang salah mendeteksinya bisa berakibat fatal! Besok paginya Hary kembali mem-follow-up saya dan mengenalkan Eko Pratomo MS’82 yang istrinya menyandang Lupus dan memutuskan full time merawat istri dan mendirikan SDF (syamsidhuhafoundation.org) Yayasan Peduli Lupus. Eko kembali mengedukasi saya tentang apa itu Lupus dan memperkenalkan kiprah dan karya nyata SDF.

Singkat cerita, jadilah saya berlari di Tambora Challenge 2018 ini, sejauh 320K melintasi Trans Sumbawa dari Pototano ke Doro Ncanga, bukan semata-mata untuk mencapai target pribadi tetapi untuk mengajak kita semua Peduli LUPUS. Meski tentu saja kita berharap jangan sampai terjadi, bisa saja kita, saya ataupun anda dan orang-orang yang kita kasihi tiba-tiba menjadi penyandangnya. Maka tidak ada salahnya kalau kita bantu riset SDF dalam meneliti tanaman herbal untuk terapi Lupus. Inilah saatnya untuk kita berbuat bagi orang lain, orang-orang yang sama sekali tidak kita kenal dan mengenal kita. Karena kita PEDULI, mari kita BERBAGI. Kita dukung Charity Program IA ITB dalam mensupport SDF (syamsidhuhafoundation.org).. Tuhan memberkati kita semua. Salam damai sejahtera, Adi Santosa (Kenthoz EL’86)….”

Ayo dibeli… dibeli… kita apresiasi para sahabats yg sudah berlari supaya kita bisa ikut berbagi. Sinergi indah berbagi kebaikan…  Info ringkasnya : 1 coin (10 km)= Rp. 100.000,-  silahkan donate tuk berapapun kilometer yg sudah di tempuh para Runners yg berlari dengan hati. If bersedia, silahkan langsung saja donate ke:

Syamsi Dhuha Yayasan, Rek No : 7000092497, Bank Syariah Mandiri, Hasanudin – Jakarta. Kode Bank : 451.

Terima kasih pula tuk kesediaan berbagi informasi ini kepada sahabat & kerabat yg dekat di hati.

Salam never give up,

DSP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *