Gerakan Indonesia Cerdas Finansial 2.0

 

Siaran Pers

28 Agustus 2018

GERAKAN INDONESIA CERDAS FINANSIAL 2.0

Peran Teknologi Finansial dalam
Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia

Dokumentasi : Peluncuran – Gerakan Indonesia Cerdas Finansial, 22 Agustus 2017 di Jakarta

Setahun setelah peluncuran Gerakan Indonesia Cerdas Finansial (GICF) di Jakarta, Syamsi Dhuha Foundation (SDF) bersama dengan Halofina kembali menyelenggarakan GICF 2.0, kampanye edukasi publik yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, yang hingga saat ini angkanya masih sangat rendah, dibawah 30% jika merujuk pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2016.  Acara GICF 2.0 ini, yang akan diselenggarakan Selasa 28 Februari 2018, juga dikolaborasikan dengan agenda soft launch Aplikasi Halofina.

Eko P. Pratomo selaku inisiator GICF dan co-founder Halofina membuka acara dengan pemaparan upaya GICF secara konsisten menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk wujudkan masyarakat Indonesia cerdas finansial. “Berbagai program edukasi sudah kami jalankan,   dalam berbagai  bentuk seperti pelatihan, sharing sessionworkshop dan live radio talkshow, meluncurkan e-learning platform Finapedia Course dan bersama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia membangun kelas keuangan online bagi UMKM hingga yang terbaru adalah membangun aplikasi robo advisor Halofina”, jelas Eko. “Selain itu juga dibentuk 100 Duta Cerdas Finansial yang diharapkan bisa menjadi katalisator dalam memperluas  jangkauan edukasi literasi keuangan melalui lingkungan dan komunitas terdekat mereka”, Eko menambahkan.

GICF 2.0 kembali menghadirkan sesi panel diskusi, dengan topik peran financial technology (fintech) dalam memberikan dukungan peningkatan literasi dan inklusi keuangan, dengan menghadirkan panelis Eko P. Pratomo, Andi Taufan Garuda (CEO Amartha) dan Afia Fitriati (CEO Gadjian). Dalam sesi tersebut para panelis berbagi pandangan dan solusi kongkrit terkait  upaya-upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, melalui pendekatan teknologi.

Bersamaan dengan acara tersebut, secara resmi juga diperkenalkan aplikasi Halofina yang diharapkan bisa membantu upaya peningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan milenial. Dalam sesi perkenalan tersebut, Adjie Wicaksana selaku Co-Founder dan CEO Halofina memaparkan, “Halofina memiliki semangat yang sama dengan GICF, misi kami adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi dan solusi keuangan berbasis teknologi”.

“Halofina ingin mengubah stigma masyarakat yang menganggap pengelolaan keuangan sebagai sesuatu yang rumit dan sulit menjadi sesuatu hal yang mudah dan menyenangkan, diantaranya melalui fitur ‘lifeplan’.  Fitur ini akan memudahkan pengguna mewujudkan tujuan finansial, yang dimulai dari awal perencanaan, menghitung kebutuhan investasi, memilih instrumen atau produk investasi, hingga menyediakan laporan kemajuan portofolio investasi secara real-time”, tambah Adjie.

Acara yang dihadiri oleh beberapa sosok penting dari berbagai institusi seperti Lintasarta, Mandiri Capital, Mandiri Manajer Investasi,  BNPParibas Investment Partners , Tanam Duit, KSEI, serta perwakilan dari beberapa Media ini ditutup dengan sesi penandatanganan MOU kerjasama antara Halofina bersama Amartha, Mekar, Tamasia dan Gadjian selaku strategic partners.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:

mobile. 0811 – 211 – 4140 (Dira)

email. dira@halofina.com

GICF Supported by:

BACKGROUND INDFORMATION

Sekilas Syamsi Dhuha Foundation

Syamsi Dhuha Foundation (SDF) www.syamsidhuhafoundation.org merupakan LSM nirlaba yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan. Didirikan oleh Eko P. Pratomo dan Dian Syarief akhir 2003, dan mulai bergerak di lapangan 2004. Menyadari kegiatan sosial membutuhkan dana yang cukup besar dan perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, SDF bertransformasi menjadi social enterprise untuk mengurangi ketergantungan dana dari donatur, diantaranya dengan melahirkan unit usaha sosial financial wisdom dan finapedia course untuk mendukung keberlanjutan program sosial SDF.

Sekilas Gerakan Indonesia Cerdas Finansial

Gerakan Indonesia Cerdas Finansial (GICF) merupakan kampanye edukasi publik yang di inisiasi oleh Eko P. Pratomo melalui Syamsi Dhuha Foundation dilandasi oleh keprihatinan akan rendahnya tingkat literasi keuangan di masyarakat Indonesia. GICF yang membawa misi mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia ini diluncurkan pertamakali pada tanggal 22 Agustus 2017, bertempat di Soehanna Hall, The Energy Building, Jakarta yang turut dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Trailer GICF 1.0 : 

Sekilas Halofina Apps

Halofina http://halofina.com merupakan aplikasi asisten perencana keuangan pribadi yang dapat membantu pengguna dalam mengelola keuangan pribadi (i.e. financial planning) dan membangun strategi investasi (i.e. investment planning), diantaranya melalui fitur lifeplan untuk merancang portofolio investasi guna mencapai tujuan hidup yang sudah ditetapkan.

Liputan  : https://dailysocial.id/post/halofina

 

Sekilas Founder & Co Founder

Eko Pratomo (Pendiri Syamsi Dhuha Foundation & inisiator GICF)

Merupakan former CEO dan Senior Advisor di salah satu Manajer Investasi Keuangan terkemuka di Indonesia, lebih dari 20 tahun berperan sebagai praktisi investasi dan keuangan reksadana, penulis buku serial “50 Financial Wisdom” dan “Berwisata ke Dunia Reksadana”. Rutin menjadi narasumber dalam radio talkshow “Smart Financial Wisdom” di Radio SmartFM dan kolomnis tabloid Kontan. Penghargaan yang diterima : Indonesia’s Asset Manager CEO of the Year 2008 dari Asia Asset Management, Finalist Ernst & Young Social Entrepreneur of The Year 2013, dan Bustanil Arifin Thought Leadership Award 2015 dari IPMI International Business School.

Adjie Wicaksana (Co-Founder & CEO Halofina)

Merupakan Co-Founder & CEO Halofina. Adjie adalah lulusan Teknik Industri ITB dan Master of Science in Social Entrepreneurship dari University of Southern California (USA). Mendapatkan berbagai penghargaan dalam bidang social entreprise, diantaranya “Best Indonesia Young Social Entrepreneur Indonesia” Social Entrepreneur Academy Dompet Dhuafa dan “Young Changemakers” Ashoka Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *