Low Vision Goes to School

Low Vision Goes to School

Apa, Mengapa & Bagaimana Low vision’

Jum’at, 21 September 2018, Aula SMAN 5 Bandung

Low Vision merupakan suatu kondisi mata yg tidak bisa diobati dengan tindakan  operatif.  Penyebabnya bisa  karena trauma pada mata, penyakit atau kelainan mata, bisa juga karena bawaan lahir. Yg dapat dilakukan dalam kondisi tersebut adalah perlunya program rehabilitasi seperti Orientasi Mobilitas, penggunaan alat bantu lihat, dan pemanfaatan teknologi seperti, komputer dan ponsel bicara, untuk dapat mempermudah dalam melakukan aktifitas sehari-hari.  Support yg baik dari lingkungan terdekat seperti keluarga, teman dan komunitas sangat membantu untuk membangun semangat dan mempertahankan kebahagiaan bagi para penyandangnya.

Jum’at, 21 September 2018 pekan lalu di Aula SMAN 5 Bandung, Syamsi Dhuha Foundation (SDF) adakan kegiatan Low Vision Goes to School (LGTS),  bagian dari program Edukasi dan Sosialisai Care for Low Vision – SDF. ‘Apa, Mengapa & Bagaimana Low vision’ diuraikan secara apik oleh Dian Syarief (Ketua SDF) dan dr. Tomi dari PMN RS. Mata cicendo, dengan 2 sudut pandang yg berbeda tentunya. J

Pemaparan Ibu Dian Syarief, lebih pada sisi pemaknaaan, ‘Bagaimana Hidup sebagai Low Vision’ dan ‘Bagaimana menjadi pendamping Low Vision’. Ternyata penyandang dan pendamping harus memiliki keyakinan yg sama akan makna  hidup. Keyakinan bahwa hidup adalah ujian, apapun keadaannya, senang susah, sehat sakit, adalah ketetapan terbaik yg Tuhan berikan yg harus kita syukuri.  Mengapa? Karena segala sesuatu yg bersumber dari Tuhan, pastilah baik. Terkadang kita saja yg tidak sabar menunggu hikmah itu datang J. kehilangan penglihatan tak harus batasi langkah untuk terus berkarya dengan perasaan bahagia, menjadi ‘Low vision, bright passion’.

Bermain peran dilakukan siswa siswi dalam empathy games. Mereka berperan menjadi seorang disabilitas netra dengan kain hitam yg menutup kedua matanya. Berjalan dengan menggunakan tongkat, menghampiri temannya yang akan menyuapinya sepotong kue bolu. “Games ini membuat saya sadar akan pentingnya bersyukur atas penglihatan saya saat ini, bagi penyandang Low vision untuk berjalan saja perlu usaha yang luar biasa”, ungkap seorang siswa kelas X.

Saat ini penggunaan gadget sudah menjadi rutinitas sehari-hari terutama penggunaan sosial media yg digunakan secara berlebihan, sehingga menjadi penting tuk dipaparkan ‘Bagaimana cara Bijak Menggunaan Gadget’ terlebih  anak muda. Disampaikan oleh dr. Tomi tentang hal ini,  pemakaian gadget lebih dari 2 jam tidak sesuai dengan yg seharusnya yaitu mata perlu 18x utk berkedip, namun menjadi setengahnya.

Penggunaan gadget lebih dari 2 jam dapat sebabkan “Digital Eye Strain” gejalanya : mata merah/iritasi, pandangan kabur, rasa lelah, nyeri kepala, nyeri leher, bahu dan pinggang. Oleh karena itu betapa pentingnya tuk menjaga karunia yg telah Tuhan berikan yg harus kita jaga sebagai wujud syukur kita pada Sang Pencipta, salah satunya dengan menjaga mata dari bahaya sinar UV matahari juga yg tidak kita sadari bahaya dari sinar biru/ Blue Light yg dipancarkan layar gadget. Blue light ini jenis sinar gelombang pendek namun pancarkan energi lebih tinggi dan menembus lebih dalam dari sinar UV sehingga mengganggu proses tidur dan dapat menyebabkan kerusakan bagian belakang mata.

Salah satu upaya pencegahan, gunakan rumus 20-20-20 : istirahat setiap 20 menit, selama 20 detik, lihat objek yg berjarak 20 kaki. Atur jarak, posisi, cahaya serta ukuran tulisan pada layar gadget agar nyaman bagi mata juga periksakan mata secara berkala. Menyambung hal ini, sebagai penutup acara, diadakan konsultasi mata gratis oleh tim dokter mata PMN RSM Cicendo untuk siswa dan guru.

Lagu Manusia kuat (Tulus), kita Bisa (Tulus) dan Arti Sahabat (Nidji) yang dibawakan the Lulo, dapat memberi semangat baru bagi semua yang hadir saat itu untuk menjadi manusia yg lebih bermakna untuk Tuhan dan sesama. (NP)

Let’s light up the world with the ray of our heart,  Never give Up!

 

 

Penjelasan materi oleh dr. Tommy

 

 

Pemeriksaan saat konsultasi mata

 

Foto bersama

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *