Mari Hidup Sehat & Bugar...

Benarkah kita sudah Sehat dan Bugar? Jawabannya ada di talkshow bersama dr. Pipit Pitriani, M.Kes, Ph.D ‘Sehat dan Bugar dengan Pola Hidup Seimbang’, Minggu, 14 Oktober 2018 lalu yg merupakan bagian dari rangkaian peringatan World Sight Day yg diadakan SDF. The Lulo membuka acara nyanyikan ‘Sang Juara’ (Naura & Zizi – Official Song of Asian Para Games 2018) semangati  sahabat lovi dan odapus yg hadir di multifunction room SDF.

Dalam paparannya, dr. Pipit sampaikan definisi sehat dan bugar sebagai berikut :

  • SEHAT : suatu kondisi fisik, mental dan sosial yg baik dan tak sekedar bebas dari penyakit serta kelemahan.
  • BUGAR’ : suatu kemampuan individu dalam melakukan fungsinya dengan efektif dan efisien serta bisa melakukan kegiatan berkala tanpa merasa lelah.

Olahraga teratur, menjaga pola makan, istirahat cukup & lakukan pola hidup sehat adalah kunci untuk capai kesehatan dan kebugaran. Namun berbagai alasan sering halangi tuk lakukan hal tersebut, maka perlu ditanamkan keyakinan akan manfaat yg akan diperoleh jika kita melakukannya:

  • Terhindar dari berbagai penyakit,
  • Dengan berolahraga otot dan sendi-sendi menjadi lebih kuat,
  • Dengan berolahraga, akan jauh dari obesitas,
  • Dengan berolahraga, akan terbebas dari stress dan depresi.

Dari berbagai pertanyaan peserta : Apakah lovi boleh naik gunung? Benarkah lovi tidak boleh terlalu lelah karena akan memperburuk penglihatannya? Apakah ibu rumah tangga yg lakukan berbagai pekerjaan di rumah spt menyapu, mencuci, masih perlu berolah raga? Takut jatuh saat berolah raga. Persendian sakit/nyeri. Olah raga apa untuk turunkan berat badan? dr. Pipit berikan beberapa tips :

  • Mulailah dengan pemanasan/peregangan, lakukan bertahap, lakukan pendinginan untuk hindari cedera, kram saat berolah raga,
  • Untuk mencapai satu tahap kemampuan tertentu, misal naik gunung, tentunya perlu latihan bertahap, intensitas ditingkatkan sesuai kemampuan, berikan waktu bagi tubuh kita untuk beradaptasi, lebih baik jika didampingi oleh yg berpengalaman,
  • Jika lovi disebabkan syaraf, perlu lakukan juga olah raga bertahap, sehingga secara tidak langsung syarafpun akan terlatih,
  • Ada dua jenis olahraga bila dilihat dari sumber oksigen yg digunakan saat pengolahan energi:

–          Anaerob, tidak gunakan oksigen, olahraga dengan intensitas tinggi dalam waktu pendek, energi diambil dari otot, misalnya sprint (lari cepat).

–          Aerob, gunakan oksigen, olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dalam waktu cukup lama, energi akan diambil dari otot, kemudian glikogen/gula dalam otot dan cadangan lemak tubuh, misalnya jalan kaki, renang. Jenis olah raga ini minimal dilakukan 30 menit, efektif untuk menurunkan berat badan.

  • Pekerjaan rumah tangga tak dapat dianggap sebagai olah raga karena gerakannya tidak terpola, tidak melibatkan seluruh anggota tubuh dan intensitasnya tidak teratur.

The Lulo nyanyikan lagu ‘Kejar Mimpi’ (Maudy Ayunda) hantarkan peserta ke penghujung acara siang itu, nonton bareng film ‘Simfoni Luar Biasa’ yg berikan motivasi bagi siapapun untuk temukan jalan hidupnya, setiap orang pasti miliki kelebihan dan pantang menyerah hadapi rintangan tuk capai tujuan yg diinginkan. (LP)

Go Healthy, be Happy… Stay Active, be Happy…

Pemaparan talkshow dr. Pipit

Lovi Fenna

 

 

Peserta lovi dan para caregiver

Lovi Ridho

Nobar simfoni luar biasa

Lovi anissa saat menonton gunaan bantuan camera hp

Dida odapus dan Zidan galih Lovi saat menonton film, didampingi ibunya sebagai pembisik

Ilham dan ibunya, ilham penyandang lovi dan jg cerebral palsy

Foto bersama

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *