Autoimmuners Club SDF

Autoimmuners… Go Healthy, be Happy! Kerap terdengar semangati para peserta Autoimmuners Club minggu pagi, 16 Desember lalu. Autoimmuners Club dibentuk sebagai wadah untuk berinteraksi, bertukar informasi & pengalaman, bersinergi lakukan kegiatan bersama bagi para penyandang autoimun. Lebih dari 50 penyandang autoimun, pendamping/keluarga dan relawan ikuti rangkaian acara ‘happy exercise’, ‘talkshow’, ‘Sunday market’ serta ‘Sunday music’. Selain peserta dari Bandung dan sekitarnya, hadir pula peserta yg berasal dari Bengkulu, Bekasi, Palembang, Balikpapan & Pangkalan Bun.

Udara pagi yg masih segar hantarkan peserta lakukan Taichi, Senam Lupus dan poco2 bersama di taman DDK. Dipandu sahabat Tifany, Sri Vindita & Dewi, peserta yg baru pertama kali ikuti Taichi/Senam Lupus pun dapat ikuti gerakannya. Acara dilanjutkan di ruang serbaguna SDF dengan talkshow bersama sahabat Sella – Rumah Sehat Qifa, Luky L – Rumah Kayu Permaculture dan dr. Rachmat Gunadi Wachjudi, Sp.PD-KR Finasim.

Berawal dari keinginan Sella tuk hidup lebih sehat dengan konsumsi makanan sehat, namun kesulitan untuk menemukannya di pasaran maka didirikanlah Rumah Sehat Qifa. Beraneka produk bahan dasar maupun olahan sehat sudah dihasilkan, antara lain : tepung gluten free (mocaf, goring, jagung, talas, tapioka), mie gluten free, gula cair singkong, gula batok, penyedap organik, beras organik, selai strawberry, pempek organik, terasi vegan, mayonaise vegan, aneka olahan ikan, olahan kedelai organik, tempe & tahu organik. Bagaimana dengan anggapan bahwa makanan sehat/organik itu mahal? Jika hidup sehat sudah jadi prioritas, maka perlu diiringi perencanaan keuangan untuk alihkan pengeluaran konsumsi makanan/jajanan yg kurang sehat dengan makanan yg lebih sehat dan usahakan untuk mengolah makanan kita sendiri. “Kami sekeluarga berhemat dengan tak pernah jajan di mall & alihkan dananya tuk konsumsi makanan organik yg lebih sehat”, ungkap Sella yg seorang autoimmuners yg sekarang sudah remisi dengan terapkan pola hidup sehat. Kang Luky bagikan pengalamannya berkebun organik, mengolah makanan sendiri yg jadikan tubuh lebih sehat dan juga bisa jadi sumber penghasilan. Dr. Rachmat selain jelaskan tentang autoimun juga sampaikan gaya hidup, terutama pola makan sangat penting dalam penanganan autoimun. Makanan sehat, berasal dari tumbuhan/nabati perlu diutamakan, hindari gluten, gula dan produk hewani. Journal of the American Dietetic Association di tahun 2010 menyebutkan bahwa pasien yg lakukan vegan diet selama 3,5 bulan mengalami peningkatan untuk atasi nyeri/bengkak pada sendi, kekakuan persendian di pagi hari. Sedangkan Complementary Therapies in Medicine di tahun 2015 sebutkan pasien yg lakukan vegan diet dalam waktu tiga minggu alami penurunan protein C-reactive yg signifikan, faktor yg timbulkan peradangan akut. Lengkapi dengan berolahraga rutin dan manfaatkan rahmat Allah SWT yaitu sinar matahari yg sangat penting dalam pembentukan vitamin D (perhatikan waktu dan durasi bagi yg sensitif terhadap sinar matahari), juga tak kalah pentingnya menjaga kesehatan mulut. Dalam mulut kita terdapat berbagai jenis mikroorganisme yaitu bakteri, virus, jamur yg bermanfaat bagi tubuh maupun yg dapat berpengaruh pada timbulnya berbagai penyakit.

Acara dihiasi pula dengan penampilan The Lulo, para pesertapun manfaatkan kesempatan untuk dapatkan berbagai produk sehat di ‘Sunday market’, antara lain sayuran organik, Lesikaf, salad buah dan produk dari Rumah Sehat Qifa. (LP)

There is no better time than now to start living healthy… (unknown)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *