DSP's Weekend Notes

Aku kecil di hadapanMu… wahai Sang Pencipta

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum.Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa   tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yg memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yg mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yg mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka.

(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)

Bagaimana Mungkin Kau Tak Jatuh Hati

Tatapan-Nya selalu tertuju padamu.
Setiap gerak-gerikmu jadi perhatian-Nya.
Dengan penuh ketelitian, Dia memperhatikan semua yg kau butuhkan, bahkan tanpa perlu kau minta.
Dia yg paling tahu dirimu, yg paling mengerti kebutuhanmu.
Dia yg mengobati luka di hatimu, menggantinya dengan sekejap saja.
Disematkan rasa bahagia dibalik tabir hikmah yg begitu dalam.
Dia yg memberikanmu kemampuan bernafas, tanpa kau harus membayarnya.
Dialah Allah, yg paling mengetahui dirimu.
Dialah Allah, yg selalu mencintaimu walaupun tak jarang hatimu berpaling dari-Nya.
Dialah Allah, Yang Maha Baik, yg selalu mendengarmu, bahkan seluruh lintasan hatimu.
Mendekatlah kepada-Nya, pantaskanlah diri menjadi hamba yg dicintai-Nya.

(Ummu Nathan Cherry)

Hati yg mekar & mengembang seperti teratai yg sudah sangat mempesona… apalagi jika kebajikan yg diamalkan lahir dari kesadaran semata-mata karena ketaatan kepada Sang Pemilik Hati

Wahai Sang Maha Indah, indahkanlah jiwa ini dengan kelapangan hati yg dibingkai kesadaran tuk kembali kepada-Mu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *