Ramadhan Berbagi 2

Sahabat tercinta,

Sabtu 18 Mei 2019, di Auditorium RS. Yarsi – Jkt, berlangsung acara sharing session & buka puasa bersama terkait World Lupus Day & World Autoimmune Day yg merupakan program Relawan Indonesia Mandiri (RIM) bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jkt pusat & Syamsi Dhuha Foundation (SDF). Acara dihadiri oleh para Odapus (Orang dengan Lupus) dari Komunitas Lupus Sehati-Jkt & SDF, para relawan RIM & para dokter dari IDI & RS. Yarsi.

 

Acara diawali dengan sekapur sirih dari Ketua RIM: dr. Ekasakti Octohariyanto MPdKed & Ketua IDI Jkt Pusat: dr. Haznim Fadhli SpS dilanjutkan sharing session ‘Belajar Bahagia’ Dalam kondisi apapun yg dipandu DR. Ratna Djuwita – Psikolog dari UI & difasilitasi oleh Dian Syarief & Eko Pratomo – SDF. “Banyak pembelajaran yg diperoleh saat Tuhan mengambil kembali nikmat sehat & nikmat melihat. Walau yg diuji raganya dengan aneka ketidaknyamanan, hakikatnya yg diuji adalah ketaatan kepada Sang Pemilik Raga. Melalui Lupus kami diajari tuk belajar sabar, terbangun kesadaran bersyukurnya, fokus pada solusi bukan pada masalah, banyak memberi, belajar memaafkan & tawakal 100% kepada Allah. Dengan jalan seperti itu, kami tetap bisa belajar bahagia dalam kondisi apapun”, tutur Dian & Eko.

 

Referensi: QS. Al-Baqarah 38 : Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

 

QS. Al-Qashash 77 : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

 

Bahagia itu sederhana

 

Bahagia itu sederhana:

 

Kala kau tersenyum

Meski ada air mata dalam dada

 

Saat mengenang masa lalu

Meski perih bagai terhiris sembilu

 

Kala berani memilih tegar

Walau jalan semakin terjal

 

Bahagia itu sederhana.

 

Memenuhi hati dengan bersyukur

Walau harapan tampak kan hancur

 

Menerima takdir tanpa banyak bicara

Menyambut nasib dengan hati tabah

 

Ya…

Amat sederhana.

Sesederhana puisi yang kucipta

 

(sumber: http://microlla.blogspot.com/2015/06/puisi-bahagia-itu-sederhana.html?m=1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *