Aneka berita SDF 9

Masalah Sampah, Urusan Siapa?

Pernahkah terpikir di benak bahwa hal kecil yg kita lakukan dapat berdampak besar di masa mendatang? Sering kita fokus pada hal-hal besar, tetapi luput pada hal-hal kecil yg ternyata berpengaruh signifikan di hidup kita.

Permasalahan sampah adalah salah satunya. Tanpa kita sadari, setiap harinya kita pasti hasilkan sampah. Pernahkah terlintas ke mana sampah tersebut akan berakhir? Pernahkah terbayang sebanyak apa sampah yg kita hasilkan setiap harinya? Pernahkah sejenak peduli apa yg terjadi pada sampah-sampah kita?

Di Bandung, sampah-sampah akan bermuara di TPA Sarimukti. Percaya atau tidak, setidaknya Kota Bandung menghasilkan ±1500 ton per harinya. Jumlah tersebut setara dengan sampah setinggi 75 cm seluas lapangan sepakbola. Semakin hari jumlah tersebut semakin memenuhi TPA.

Di tahun 2005, terjadi ledakan di TPA Leuwigajah yg mengakibatkan sampah tidak bisa diangkut ke sana. Saat itu, Kota Kembang seketika dijuluki Bandung Lautan Sampah. Sampah-sampah di TPS meluap ke jalanan hingga memunculkan kengerian pada siapa saja yg menyaksikan karena bau yg menyebar ke penjuru kota.

Sebenarnya masalah ini salah siapa? Apakah pemerintah? Ataukah masyarakat? Jika saling tuduh siapa yang salah, rasanya tiada kata usai. Akan tetapi, jika bicara solusi, jawabannya adalah mulai dari diri sendiri!

Hal ini yang menginisiasi Syamsi Dhuha Foundation (SDF) untuk adakan program Sasapu Babarengan (Sasarengan) pada Minggu (28/07/2019) lalu. Agenda bersih-bersih komplek ini adalah upaya sederhana untuk mulai peduli lingkungan. SDF pun hadirkan Isti Khairani selaku pendiri Bumi Inspirasi untuk berbagi ilmu mengelola sampah. Sesuai dengan rencana pengelolaan sampah Kota Bandung melalui program Kang Pisman, setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh kita sebagai individu:

  1. Kurangi sampah dari sumber. Caranya : menurunkan jiwa konsumtif, membawa kotak makan/container sendiri, membawa tumbler.
  1. Pisahkan sampah sesuai jenisnya. Caranya : mulai klasifikasikan sampah menjadi tiga kategori yaitu organic, anorganik, dan limbah B3.
  1. Manfaatkan sampah. Caranya : sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau bahkan biogas. Sampah anorganik dapat dimanfaatkan dengan penggunaan kembali menjadi barang yang berguna lainnya atau dikumpulkan di bank sampah sehingga bernilai ekonomi.

Banyak hal yang dapat berdampak besar ketika dilakukan secara serempak. Dengan ikhtiar bersama menjaga bumi ini, semoga Allah SWT mencatatnya sebagai amal kebaikan untuk bekal di akhirat. Aamiin…

Salam Go healthy, go green… be happy’

(Sitti Mauludy Khairina – volunteer SDF, mahasiswi Teknik Lingkungan ITB 2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *