Education*

WN-17---Audiensi-Menkes-RI-

No Tanggal Acara
1 20 Juni 2005 Audiensi Menkes RI Dr. dr. Siti Fadilah Supari, SpJP (K)
2 7 Juli 2011 Rapat   koordinasi pembahasan Akses Obat bagi Odapus dengan Direktur Jenderal Bina Farmasi & Alat Kesehatan (Dirjen Binfar dan Alkes) Kementerian Kesehatan  dan perusahaan farmasi terkait.
3 24 Oktober 2011 Audiensi Staf Ahli Kementerian Kesehatan mewakili Menteri Kesehatan RI
4 2 Februari 2012 Audiensi Wakil Menteri Kesehatan RI
5 11 September 2012 Audiensi Dirjen Binfar dan Alkes Kemenkes RI
6 7 Maret 2013 Audiensi Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi IX DPR RI
7 25 Maret 2013 Audiensi Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI
8 26 November 2013 Audiensi Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi, SpA, MPH

DPR-RIProgram Edukasi, Sosialisasi dan Berbagi

Tidak ada yang tak bermanfaat, saat ilmu terus dibagi dan disebar dalam balutan banyak cara dan metode. Demikian pula, saat suatu proses dilalui, maka disana ada pembelajaran, sehingga setiap manusia yang melalui proses itu akan terselaraskan hidupnya di tengah masyarakat.

Implementasi yang dilakukan dalam menunjang kegiatan sosialisasi dan edukasi, adalah kegiatan sharing and motivation session, dalam berbagai kemasan workshop, seminar, simposium maupun aksi sosial yang berdampak. Beberapa kalangan dilibatkan, berbagai instansi, perguruan tinggi, organisasi hingga masyarakat umum, termasuk dokter dan media. Semua ini dilakukan agar lupus maupun low vision  dapat dengan mudah dikenali, diketahui dan dipahami hingga utuh.

Kepedulian-Selamatkan-Jiwa

1) Lupus Workshop for Doctors

Sebagai kelompok pendukung, dokter dan odapus adalah mitra yang harus bersinergi bagi pelayanan penyakit lupus sehingga dapat terlayani oleh dokter maupun tenaga medis tanpa ragu-ragu. Karena itu, Lupus Workshop for Doctors sangat penting bagi para dokter, khususnya dokter puskesmas maupun tenaga medis lainnya agar lebih mengenali penyakit 1.000 wajah ini. Bekerjasama dengan dinas kesehatan di wilayah provinsi maupun kota, dan atas dukungan dari para dokter pemerhati dan mitra perusahaan, telah dilakukan pelatihan terhadap kurang lebih 300 dokter puskesmas di  Kota Bandung, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Sebuah model kemitraan untuk edukasi para dokter-dokter puskesmas yang bisa dikembangkan ke berbagai daerah lainnya.

No Acara Tanggal Peserta Lokasi
1 Kelompok Edukasi Care for Lupus 19 Juni 2005 100 Dokter Puskesmas se Bandung Raya Aula Dinas Kesehatan Kota Bandung
2 Workshop lupus dan Penatalaksanaanya 20 September 2011 100 Dokter Puskesmas se Jawa Barat Aula Bapelkes  Dinas Kesehatan Prov Jabar
3 Workshop Lupus dan Penatalaksanaannya 15 September 2012 30 orang: Dokter dan perawat RSU Mataram, Dokter Puskesmas Mataram, Komunitas Lupus Bale Kupu Aula FK Universitas Mataram, NTB

 

Mataram-pun-Menggeliat

2) Lupus Workshop for Media

Demikian pula ketika SDF mengajak media bergandengan tangan melalui Lupus Workshop for Media. Media sebagai sumber informasi dan pendidikan yang juga memiliki “kemampuan” mempengaruhi orang banyak. Dengan kelebihan yang dimiliki media massa, selain dalam upaya membangun media relations yang baik, SDF berkepentingan untuk membekali awak media dengan pemahaman yang cukup tentang lupus. Dengan demikian, Lupus Workshop for Media menjembatani informasi yang ditulis oleh media agar lebih kaya dan jelas, sehingga mudah pula dipahami pembaca.

Acara Tanggal Peserta Lokasi
Lupus Workshop for Media 2 Juli 2011 10 Wartawan berbagai media cetak Ruang serbaguna SDF

 

Konsultasi-LOVI

3) Ragam Edukasi dan Sosialisasi

Semangat ingin tahu dari mahasiswa dan berbagai organisasi, kepedulian dari pihak rumah sakit hingga perhatian para pendukung lupus maupun low vision bertujuan untuk satu keyakinan. Bahwa lupus dan low vision, bukan sesuatu yang disepelekan apalagi ditakuti. Lupus dan low vision, sama halnya dengan penyakit berbahaya lainnya, perlu perhatian dan penanganan serius. Perhatian akan semakin terasa, saat semua unsur bersatu menyatukan persepsi, kenali, ketahui dan pahami secara saksama. Kiranya ada benang merah dari edukasi dan sosialisasi yang dilakukan di beberapa tempat yang penuh kesan. Bahwa pembelajaran harus menyentuh banyak segi kehidupan, melalui pemahaman akan kejelasan penyakit ini juga penularan semangat hidup yang tak pernah padam dari para penyandang lupus dan lovi akan menjadi obor bagi semua.

Guru-Berbagi

4) Sesi Berbagi

Semburat mentari pagi yang menyebarkan semangat dan kehangatan cinta seolah tak pernah berhenti menyinari. Bertemu dengan sosok kepedulian berbagai organisasi dan institusi, jadilah berbagai sesi berbagi cinta disebarkan. Hidup dengan cinta, bekerja dengan cinta, cinta hanya pada Sang Maha Pengasih.

Media, Titian Komunikasi

Penyakit ini sering dipersepsikan sebagai penyakit yang menakutkan, menyedihkan penyandangnya, memburamkan masa depan hidupnya. Great imitator ini laksana ombak yang  siap meluluhlantakkan hati, membuyarkan cara pandang, bahkan membiaskan harapan. Itulah gambaran yang muncul karena ketidaktahuan tentang apa dan bagaimana itu lupus, baik bagi penyandang, keluarganya maupun masyarakat luas.

Saat ketidaktahuan dan ketidakjelasan semakin menyergap, saat itulah kita tak boleh berpangku tangan atau mengacuhkan bukti-bukti. Menceritakan adalah meluluhkan kenestapaan, mengatakan adalah jalan berbagi, menuturkan adalah terapi hati. Menyiarkan, menginformasikan, dan mengedukasi yang sejelas-jelasnya, menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan. Untuk menumbuhkan kesadaran dan sekaligus kepedulian. Di sinilah SDF tak pernah lepas bermitra dengan media massa.

Bersama media, dari sejak kelahirannya hingga menyongsong satu dasawarsa ini, SDF menyertakan mereka sebagai sahabat memperjelas misi, menguatkan sosok odapus dan lovi dari yang tak berdaya menjadi berdaya melalui tangan-tangan terampilnya. Media massa juga menjadi mitra pendobrak kebutaan masyarakat terhadap lupus dan low vison dan membangun kepedulian pemerintah dan masyarakat untuk bahu-membahu melakukan sesuatu. Media juga menjadi mitra sosial dalam mengenalkan SDF sebagai lembaga sosial nirlaba yang fokus pada edukasi, pendampingan dan pemberdayaan, yang membantu membangun citra dan mengokohkan keberadaan dan keterpaduan SDF dengan masyarakat luas. Jadilah kemitraan dalam berkomunikasi ini menjadi jalinan persaudaraan yang dilandaskan atas dasar kepercayaan dan kepedulian.

Tahun  2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Cetak 11 4 3 6 46 45 45 49 90 34
Elektronik 2 1 1 1 11 2 9 8 8 15