MENCARI BAHAGIA DALAM PERNIKAHAN

Sebagai pasangan, kadang kita sangat egois… Kita sering minta dimengerti, tapi kurang berusaha memahami bahkan mudah menyalahkan. Kita senang dilayani, tapi lalai melayani. Marah saat melihat kesalahan, tapi lupa minta maaf saat melakukan kesalahan.

Kita lupa, tujuan utama pernikahan adalah mencapai bahagia bersama, krn kalau utk sendiri, buat apa berkeluarga?! Padahal, jika memang anak2 yg berkarakter sholeh yg kita ingin bentuk, contoh sikap kesholehan pada pasangan harusnya menjadi awal langkah kita.

Kalau memang KEBAHAGIAAN yg kita cari, seharusnya diantara pasangan memenuhi kebersamaan dgn banyak ungkapan sayang dan cinta dalam perilaku dan kata. Kalau memang kebahagiaan yg kita cari, seharusnya kita mengikuti petunjuk pemilik kebahagiaan.., Allah.

Bahagia hanya akan hadir saat hati & pikiran merdeka. kemerdekaan seperti hanya ada saat kita percaya dan menyerahkan hidup (dan mati) hanya pada Allah. Dan.., rasa percaya serta penyerahan diri pada Allah-lah yang akan menghadirkan IKHLAS. Ikhlas adalah sumber ketenangan dan kebahagiaan. Ikhlas adalah adalah pangkal dari sikap SALING MENGHARGAI DAN SALING MEMBAHAGIAKAN!

Karena dengan ikhlas-lah kita lebih mudah memaafkan kesalahan pasangan. Karena dgn ikhlas-lah kita sadar, bahwa pasangan kita adalah ujian buat kita. Dan kitapun adalah ujian buatnya. Dan karena dgn ikhlas-lah kita bebas dari kecurigaan yg menghantu; jiwa dan pikiran tenang dan damai. Itulah sebabnya sikap ikhlas akan menghantar pada kebahagiaan bahkan saat badai menghantam.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh : Aa YeKaS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *