DSP’s Weekend Notes – 01

Duh senengnya jadi Blackberry. Betapa tidak? Selalu mendapat perhatian penuh, selalu bersama dan dalam genggaman hangat sang empunya, selalu dipijit-pijit… aah! Andai aku jadi BB, predikat jablay pun tanggal (Intermezo Kuta).

Kado

Tubuhku yang lunglai petang itu seolah bertenaga lagi saat kuterima kado berbalut artistik dan boneka kecil bersayap kupu-kupu. Ah lucunya! Senyumku terkembang, hatiku berbunga. Ternyata bukan hanya ‘boys are boys, they like to play with their toys’. Umurku seakan tanggal. Hanya kepala 4-nya saja. Buntut 6-nya hilang entah kemana. Syik… aasyik, ternyata ‘girls are girls, they like to play with their dolls’. Trims Dea untuk kado yang mengesankan… hanya perlu 1 kejutan kecil di pintu hati… Trims Bapak dan Ibu untuk kenangan manis masa kecilku. Love you!

Saat sahabatku harus gunakan kruk karena jatuh, barulah kuhayati betapa nikmatnya bisa berdiri dan berjalan tanpa harus gunakan penyangga tubuh yang melelahkan itu. Bagaimana dengan sahabat-sahabatku yang lumpuh kakinya, saat butuh sesuatu dan tak ada alat bantu dan tak ada yang membantu? Tersadarkan lagi aku atas : kebersyukuran itu…

Kuncup melati itu telah gugur sebelum sempat mekar… Penciptanya ingin sang kuncup melati ini tetap putih, bersih dan suci. Dia memilih gadis kecil 9 tahun 9 bulan ini untuk menjadi bidadari di surga… Selamat jalan sahabat Dayita Lubna. Walau aku hanya sempat mendampingimu kurang dari seminggu, namun usia beliamu tak kan sia-sia. Kami akan teruskan perjuangan dengan tetap berikhtiar dan bertawakal 100% kepadaNya. Teriring doa dari para sahabat Odapus SDF.

Ya Allah, jangan biarkan kami dalam kesendirian tanpa bimbinganMu… Setiap detik hidup kami adalah penugasan dariMu. Selalu ada maksud baikMu dengan berikan kesempatan hidup dan perpanjangan waktu bagi kami. Bantulah kami untuk membuka hati kami guna memaknainya. Terbuka jalan untuk lakukan yang Kau inginkan dan bukan yang aku inginkan… Karena sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah untukMu… Wahai Sang Penggenggam Jiwa…

Petikan harpa yang berpadu dengan gesekan Cello itu mengalunkan ‘The swan’’ hadirkan keindahan yang gelitik hati tuk tersenyumm… ikut menari bersama angsa putih di atas danau. Dawai hati bergetar sadari kasih sayangNya menyelimuti alam semesta. CahayaNya yang membahagiakan hati yang selalu tertaut kepadaNya Have a blessed and beautiful day!

Kita berenang dalam lautan cintaNya… Karenanya kita tak kan pernah berkekurangan. Dia Maha Pemurah, Maha Penyayang. Dia selalu menjaga dan mengawasi kita. Betapa hangat dan damainya kita dalam pelukanNya… karena itu jangan panggil aku si Jablay. Karena Dia selalu membelaiku dengan karuniaNya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *