DSP’s Weekend Notes – 04

’Penugasan abadi’ : Penugasan dari manusia bisa berubah-rubah dan berakhir dengan segala implikasinya. Bervariasi tergantung selera Sang Pemberi Tugas. Bagian dari kefanaan dunia. Tapi penugasan dari Sang Pemberi Hidup tak pernah berubah…. Dia hanya ingin kita mengabdi kepadaNya. Penugasan yang abadi yang juklaknya tak pernah berubah dan selalu ada dalam balutan kasih sayang serta curahan RahmatNya. Sebuah pengabdian yang menjamin kebahagiaan dunia dan pertemuan agung denganNya… Sudahkah aku menjadi seperti yang Dia inginkan? Sudahkah kulakukan tugasku seperti yang Dia mau?

Inspirasi lagu : Tak apa listrik Dago suka mati, yang penting cintaku padamu tak pernah padam. Tak apa tak kebagian diskon belanja, yang penting separuh aku adalah dirimu.

Iya ya kematian itu kiamat kecil…. yang satu bikin pindah alam ke barzah, yang satu ya bikin kita semua bedol deso ke akhirat. Tapi kedua-duanya sama-sama bikin kita kehilangan peluang kumpulkan bekal pulang. Jika sudah begitu kiamat mah bener di depan mata ya…. Bahkan kitapun sudah bisa hadirkan surga di dunia dengan Rumahku Surgaku atau justru  sebaliknya…. Nidji-pun berlantun : ‘Perangi neraka di dalam hatimu, damaikan jiwamu dengan cinta Dia…. karena Tuhanlah Maha Cinta’.

Jurus lain buka hati : Hi Bro!…. serius nie mau matiin rasa loe? Dengerin nie kata Boyzone : You’ll never live until you love with all your heart and soul’, manzstap khan? Lagian loe khan  memang Sang Jiwa, body loe cuma casing doank…. So jangan takut untuk full of love. Karena as soon as loe open heart, loe maunya Cuma senyam senyuumm dan bilang : everyday I love you….

Jam-Pasir

Alarm-ku berbunyi: Rambut putihku terus bertambah,  kelopak mataku terus mengeriput, sendi tubuhku melemah dan aneka ketidaknyamanan fisik lainnya. Itulah cara Sang Maut memperingatkanku bahwa jatah waktuku berkurang…. Ya Allah, di sisa usia ini mudahkanlah aku untuk tangkap setiap peluang pahalaMu. Tak ada kesia-siaan dari apa yang kulakukan. Tak ada pesanMu yang salah kuartikan dan tak ada kelalaian yang tak kusadari. Betapa pentingnya aku untuk selalu sadar dan terhubung denganMu, karena itulah  yang akan menjaga ketenanganku dan…. akhiratku.

Bacalah : Saat hujan turun dengan deras dan air menggenang serta meluap kemana-mana, ku diberi rasa itu…. betapa panik mereka yang terkena banjir. Berusaha selamatkan harta benda dan nyawa. Betapa air sang pemberi hidup, juga bisa menjadi sang pencabut hidup. Saat keseimbangan alam terganggu, saat kita menzalimi diri kita sendiri  atau Dia turunkan azab atas semua perilaku kita yang undang murkaNya. Betapa banyak ayat-ayatNya yang bertebaran di setiap kejadian…. betapa pentingnya kita dapat membaca itu semua, beroleh kepahaman dan bertambah ketaatan….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *