DSP’s Weekend Notes – 06

Pagi

Soulmate’ : Suatu pagi di musim panas yang cerah itu, sepasang kakek dan nenek duduk berdua menikmati hangatnya sang mentari. Terlihat mesra dan berbahagia. Saat seorang wanita muda bahenol melintas di hadapan mereka, tak urung sang kakek mengalihkan perhatiannya dari sang nenek ke  arah wanita muda tersebut. Pandangannya terarah ke sang wanita muda hingga sosoknya berlalu. Adegan itu sempat terekam oleh kamera suamiku yang membuatnya tertawa geli dan menceritakannya kepadaku. Aku pun teringat pada salah seorang sahabat priaku, saat kami sama-sama masih bekerja di Bank dulu. Sahabatku ini dengan sorot matanya yang tajam tak pernah melewatkan setiap kesempatan jika ada nasabah kami yang rupawan. Pernah suatu kali saat kududuk di depannya dan kemudian ada seorang wanita menarik lewat di depan kami, aku secara intuitive menoleh ke belakang : benar saja sahabatku itu dengan sangat fokus tengah memandangi wanita tersebut. Sang kakek dan sahabatku adalah tipe pria yang setia dengan pasangannya. Sekedar menikmati ciptaan Tuhan yang indah, tak apa kan?. Bagiku pasangan romantis adalah pasangan yang seperti kakek nenek tadi yang masih bisa menikmati waktu berdua, ngobrol apa saja dan menjadi sahabat sejati. Pula saat seorang kakek yang lain bercerita betapa dia masih bisa melihat kecantikan sang nenek diantara lipatan keriput wajahnya. Sang nenek pun dengan berseri bercerita bahwa sang kakek kerap membantunya memakaikan kerudung, saling meledekpun sudah biasa bagi mereka berdua. Ah! Betapa mesranya mereka…..

Tanpa terasa kebersamaan kami merangkak ke seperempat abad. Jika Tuhan masih terus meminjamkan umur kepada kami, bukan tak mungkin setengah abad kebersamaan kami pun akan teralami. Seperti apa ya kami di usia kepala 7 nanti? Masihkah kami bersahabat dan bisa pacaran?. Saat itu seharusnya menjadi puncak dari semua pembelajaran hidup yang dilalui bersama. Menjadi pribadi yang matang dan miliki bekal yang cukup untuk pulang. Secara fisik sudah barang tentu banyak alami kemunduran, tapi sebagai pasangan jiwa seharusnya berada pada titik yang terbaik. Semoga kami bisa terus menjadi pakaian yang saling menutupi kekurangan masing-masing dan terus saling mengingatkan. Bawa daku ke surga sayang…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *