DSP’s Weekend Notes – 18

Yellow-Flower

Siapakah aku? Pemuja kesenangan ataukah kebahagiaan? Puas ketika mengumbar nafsu ataukah menahan nafsu? Puas ketika memiliki ataukah ketika menikmati? Puas ketika gagal dalam ujian Allah atukah ketika berhasil lulus? Puas ketika memberi ataukah menerima? Pembangun negeri akhirat ataukah perengkuh dunia? Memandang musibah sebagai karunia ataukah aniaya? (Sentuhan Kalbu)

Sungguh luar biasa cara Dia mengajariku : Dia ambil kembali nikmat melihatku, agar aku bisa melihat dengan mata hatiku. Dia ambil kembali nikmat mendengarku, agar aku bisa mendengarkan suara hatiku. Dia ambil kembali nikmat penciumanku, agar aku dapat mencium kebusukan hatiku. Dia masih tinggalkan 2 inderaku yang lain tuk mengujiku. Apakah aku dapat meraba keinginanNya? Dapat merasakan petunjuk, kemurahan dan kasihNya? Ternyata semua untuk membuatku berfikir, mengasah kalbuku yang tumpul, membasuh jiwaku yang kerontang, membukakan jalan tuk dapat mengukir ketaatan kepadaNya.

Harmoni Diri : Saat syahadatku sebatas ucapan, saat shalatku sebatas gerakan, saat shaumku sebatas kewajiban, saat zakatku sebatas keharusan, saat hajiku sebatas kebanggaan, saat itu pula …. kesia-siaan terbesar ada pada diriku. Saat Islamku sebatas pakaian, saat imanku sebatas ucapan, saat ihsanku sebatas pengetahuan, saat itu pula…. penipuan terbesar dalam diriku. Saat kematian dianggap hanya cerita, saat neraka dianggap hanya berita, saat siksa dianggap hanya kata, saat itu pula…. kesombongan terbesar ada padaku. Saat takdir dianggap tak mungkin, saat hidup kembali dipandang mustahil, saat Tuhan dianggap nihil, saat itu pula….. kedurhakaan terbesar ada pada diriku! (Tafakur)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *