Monday Thought : October – December 2014

December 2014

Renungan Senin, 29 Desember 2014

Turut Berduka dan Berdoa

Salam dan selamat pagi Sahabat.

Baru saja kita memperingati 10 tahun Tsunami Aceh, salah satu bencana
terbesar di dunia, dimana lebih dari 280.000 masyarakat Aceh dan masyarakat
di beberapa lokasi bukan saja di Indonesia tetapi juga di beberapa negera
lainnya menjadi korban. Kemarin, kita mendengar hilangnya pesawat Air Asia
QZ 8501, yang membawa 155 penumpang.

Hingga pagi ini seluruh kekuatan team SAR nasional yang juga dibantu
beberapa negara lain masih terus melakukan pencarian.

Kita semua turut berduka dan berdoa semoga keberadaan pesawat dan nasib
seluruh penumpang pesawat dapat segera diketahui dan jika Tuhan mengijinkan,
semoga pesawat dan penumpang dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Banyak hal yang tidak kita inginkan, seperti bencana, sakit dan kehilangan
kadang menghampiri dalam kehidupan kita. Namun, semua kejadian selalu berada
dalam genggaman Tuhan yang harus diyakini sebagai ketetapan yang tidak
seorangpun dapat menghindari. Hanya keimanan dan keyakinan bahwa manusia
harus rela diatur oleh ketetapan Tuhan-lah yang akan menimbulkan keikhlasan
dan kekuatan untuk mau menerima apapun yang Tuhan kehendaki dengan lapang
dada…

Kita semua berdoa, semoga ikhtiar maksimum pencarian pesawat dan penumpang
terus dilakukan serta berdoa bagi keluarga penumpang dan awak pesawat untuk
tetap berprasangka baik kepada Tuhan dan untuk ikhlas menerima apapun
ketetapan-Nya…

Have a blessed day
Salam (epp)

 

Renungan Senin, 15 Desember 2014

Menjadi Relawan

Salam dan selamat pagi Sahabat,

Semua orang memang mendapat jatah waktu yang sama, 24 jam seharinya.
Sebagian besar waktu kita terpakai untuk bekerja atau sekolah, beraktivitas
lainnya dan tentu saja untuk tidur.
Hampir semuanya adalah untuk kepentingan kita atau keluarga…

Masih adakah waktu yang bisa kita sisihkan untuk kepentingan orang lain ?
Adakah orang atau bagian masyarakat yang perlu bantuan yang kita bisa bantu ?

Maukah kita berbagi, tidak selalu harus dengan harta, namun dengan tenaga,
pemikiran, perhatian, kasih sayang yang bisa kita berikan kepada mereka yang
membutuhkan ?

Menjadi relawan, berbuat suatu kebaikan bagi orang lain, sebenarnya bukan
hanya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Sebenarnya, kitalah yang akan
banyak mendapatkan pelajaran dari mereka.

Menjadi relawan adalah sebuah paradoks, karena sebenarnya bukan mereka yang
membutuhkan kita tetapi justru kitalah yang membutuhkan mereka, karena
merekalah yang akan membuat diri kita “tak ternilai”..

“Volunteers are not paid not because they are worthless, but because they
are priceless”
(Sherry Anderson)

Have a blessed week
Salam (epp)

 

Renungan Senin, 8 Desember 2014

Bersinergi Yuk…

Salam dan selamat pagi Sahabat

Pernah terpikir untuk memulai usaha atau berbuat kebaikan untuk orang lain, namun belum juga terlaksana ? Nah pertimbangkanlah untuk bersinergi…

Melakukan suatu usaha atau kebaikan lainnya kadang tidak selalu harus menawab pertanyaan : “How ?” Tetapi juga : “Who ?”. Mencari teman atau partner kadang menjadi lebih penting, karena di situlah munculnya sinergi. Satu tambah satu, tidak harus selalu dua, namun bisa sepuluh, seratus atau bahkan seribu… Itulah sinergi dari dua atau lebih kekuatan yang disatukan..

Masih bimbang untuk memulai sesuatu ? Carilah sahabat atau teman yang mau diajak bersinergi, share the ideas and passion…and just do it together.

“Synergy is better than my way or your way. It’s our way”

(Stephen Covey)

Have a blessed week

Salam (epp)

 

Renungan Senin, 1 Desember 2014
Berburu Pengalaman

Salam dan selamat pagi Sahabat,

Setiap kali mengalami suatu kejadian atau permasalahan, apa rekasi kita ? Paling tidak ada tiga kemungkinan reaksi kita : Pertama, biasa saja,  mengabaikan atau tidak peduli. Kedua, kesal, berusaha menghindar karena membuat tidak nyaman. Ketiga, mencoba belajar sesuatu, mencari solusi dan menjadikannya sebagai suatu pengalaman berharga.

Mana yang lebih sering kita pilih ?

Sebenarnya, reaksi mana yang kita pilih, akan menentukan suasana hati dan “kebahagiaan” diri kita di tengah kejadian atau permasalahan yang sedang dihadapi. Pilihan ketiga adalah pilihan bijak yang paling memberikan “kebahagiaan”, karena setiap masalah yang dihadapi akan dipandang sebagai cara Tuhan mengajari kita menjadi orang yang “lebih”. Entah lebih pintar, lebih kuat, lebih bijak dan segala “kelebihan” lainnya…

Jangan abaikan setiap kejadian sebelum kita yakin bahwa tidak ada satu halpun yang bisa kita pelajari dan kita jadikan sebagai pengalaman berharga…

Jangan hindari permasalahan, karena perjalanan menemukan solusi dari setiap permasalahan adalah proses “berburu” menemukan mutiara bernama pengalaman…

“One thorn of experience is worth a whole wilderness of warning” (James Russell Lowell)

Have a blessed week.
Salam (epp)

 

November 2014

 

Renungan Senin, 17 November 2014
There Must Be A Better Way…

Salam dan selamat pagi Sahabat

Minggu lalu saya menerima hadiah buku dari seorang sahabat lama, judulnya
The Coconut Principle, karya Gede Manggala, seorang dengan latar belakang
pendidikan Teknik Mesin, namun menemukan passion-nya sebagai Konsultan
Process Improvement untuk suatu organisasi.

Senang sekali membaca buku ini karena bukan hanya metoda penulisannya yang
“simple & fun” namun mengajak kita berpikir menyadari 3 hal penting dalam
menemukan solusi dari setiap permasalahan, yakni : Value Creation,
Simplicity & Collaboration.

Setiap kita, walau pasti memiliki kekurangan namun pasti pula diberi
anugerah Tuhan kelebihan. Setiap kita bisa menciptakan manfaat & nilai dalam
kehidupan kita (value creation) dan dalam lingkungan kita. Namun kadang,
kemauan untuk berpikir dan bertindak, sering menjadi tabir penghalang
munculnya kelebihan dan kekuatan yang kita miliki. Dan bukan itu saja, kita
menjadi terbiasa hidup dengan persoalan yang sama dan berulang-ulang, tanpa
mampu menemukan solusi cara atau hidup yang lebih baik..

Padahal, dengan sedikit saja kesadaran untuk mau melihat permasalahan yang
terjadi, lalu berupaya menyederhanakan persoalan (simplicity), lalu berusaha
berpikir menemukan solusi dan bertindak bersama (collaboration), maka akan
terjadi perubahan yang tidak kecil…

Jika kita percaya bahwa selalu ada jalan dan cara terbaik, maka jangan
pernah menyerah menemukan solusi, karena Tuhanpun tidak pernah menciptakan
ujian kehidupan tanpa memberikan solusinya..

“There must be a better way…”
(Steve Jobs)

Have a blessed week
Salam (epp)

 

Renungan Senin, 10 November 2014
Keep Sabar – Keep Ikhtiar

Setiap manusia pernah atau akan mengalami kesulitan dan ketidaknyamanan
dalam kehidupannya.

Salah satu kesadaran yang perlu dibangun adalah keyakinan bahwa setiap
kesulitan yang terjadi merupakan cara Tuhan mempersiapkan kita untuk
menerima sesuatu yang lebih besar dari yang sebelumnya kita terima…

Banyak kesuksesan dunia seperti pemikiran besar, penemuan besar, penciptaan
dan pencapaian besar selalu didahului oleh kesediaan menjalani kesulitan dan
pengorbanan yang juga besar.

Bahkan ketika sesuatu yang besar itu tidak kita terima di dunia, maka pasti
akan kita terima di kehidupan akhirat kelak, sepanjang kita mau tetap
bersabar, berikhtiar dan tetap berada dalam koridor ketaatan kepada-Nya.

“The very greatest things – great thoughts, discoveries, inventions – have
usually been nurtured in hardship, often pondered over in sorrow, and at
length established with difficulty” (Samuel Smiles)

So, keep sabar – Keep ikhtiar…

Have a blessed week
Salam (epp).

 

October 2014

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *