Antusiasme Kebajikan

Low-Vision-Bright-Vision

Sahabat tercinta,

Antusiasme adalah satu kata yang tepat tuk gambarkan suasana yang tercipta saat sekitar 100 ibu – ibu yang wakili Dharma Wanita Badan Standarisasi Nasional (BSN), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi (BPPT), dll yang berada di bawah naungan Kementrian Riset & Teknologi berkumpul pagi itu, Kamis 3 Oktober 2013 di Gedung Widya Graha LIPI – Jakarta untuk berkenalan dengan Lupus & Low vision. Seperti biasa…… campur tangan Tuhan luar biasa! Karena penyelenggaraan acara hanya selang 1 hari dengan acara Pelatihan Para Guru SD & TK se-Jabar di Bandung. Tapi ketika yang kita ikhtiarkan sesuai dengan kehendakNya, maka Dia mampukan, Dia mudahkan & Dia lapangkan jalannya untuk berinteraksi dengan para ibu yang rupanya memang juga berkeinginan untuk bisa berbuat kebajikan, subhanallah…….

Jadilah siang itu kami berbagi & berbincang dari hati ke hati. Rasa penat yang masih tersisa dari acara sebelumnya, cukup terhibur dengan penampilan para ibu yang bermain angklung & kompak berjoget dengan iringan Terajana (aku sempat berbisik pada seorang ibu yang menari dengan sepatu ber-hak tinggi “Bu, hati-hati lho, yang mudanya sering pakai sepatu hak tinggi, tuanya suka bermasalah dengan tulang panggul lho”, ujarku padanya teringat pengalaman ibuku & beberapa ibu lainnya). Siapa nyana dari sesi berdurasi 1,5 jam saja telah terungkap bahwa sedikitnya ada 2 Odapus yang merupakan kerabat dari 2 peserta yang tak tertolong & telah wafat. Betapa memang Lupus yang masuk dalam kategori noncommunicabe disease (penyakit tidak menular) ini merupakan sebuah penyakit yang dapat mengancam jiwa. Deteksi dini & penanganan yang tepat menjadi kunci untuk tingkatkan angka harapan hidup penyandangnya. Edukasi, sosialisasi, pendampingan & penelitian menjadi PR & sebuah pekerjaan besar yang perlu dilakukan bersama. Hampir senada dengan Lupus, Low vision yang juga belum banyak dikenal, dengan jumlah penyandangnya yang justru lebih besar dari Totally blind (buta) membutuhkan pula kreatifitas untuk bisa menggali potensi penyandangnya & inovasi alat-alat bantu yang dapat memudahkan para sahabat Lovi beraktivitas. Sang moderator pun sempat kewalahan menghadapi antusiasme para ibu yang ingin bertanya & berbagi pengalaman. Bahkan usai sesipun, di luar ruangan masih ada para ibu yang bertanya & berbagi tentang kerabatnya yang menyandang Lupus & ada juga yang dititipi seorang anak yang tuna netra. Begitulah aneka ujian hidup yang harus kita hadapi, tapi lagi-lagi semua tergantung pada bagaimana penyikapan kita atas masalah tersebut & kepada siapa kita bergantung.

Happy World Sight Day! 10 October 2013. Let’s light up the world with the ray of our heart…. & Please see Pikiran Rakyat Daily 10 October, page 21, an article presented by SDF’s volunteer.

Low vision, bright passion

DSP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *