Beauty Class – Jum’at, 28 Maret 2014

Beauty-Class

Asam di gunung, garam di laut bertemu di belanga…. itulah pepatah yang melukiskan pertemuan para sahabat Odapus & Lovi dengan para sahabat breast cancer. Mereka semua dipertemukan dengan kesamaan ketetapan Tuhan, manakala harus berjuang hadapi ketidaknyamanan fisik & kenyataan hidup yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Lupus & cancer adalah 2 penyakit yang berbeda. Tapi hati para penyandangnya bisa langsung bertaut karena sama2 bisa merasakan beratnya ujian yang datang menghadang. Meski yang diuji adalah fisiknya, namun pada hakikatnya yang diuji adalah : jiwa-nya. Tak hanya ikhtiar medis yang harus diupayakan tuk selamatkan sang jasad, tapi yang juga harus diikhtiarkan adalah bagaimana sang jiwa bisa tetap sehat & kebahagiaannya tak terampas. Sentuhan lembut, dekapan hangat, curahan perhatian & aura kasih sayang, menjadi obat jiwa, penawar aneka ketidaknyaman fisik yang kerap mendera. Sebut saja panas yang terasa di tubuh ini saat penyakit datang menyerang atau harus jalani kemoterapi yang membuat rambut hitam panjang tergerai itu jatuh berserakan di lantai & kulit yang semula mulus menjadi gosong menghitam….. belum lagi ketika anggota tubuh ini menjadi sulit tuk digerakkan & tubuh menjadi lemas tak berdaya. Semua seolah dihempaskan dari ketinggian & terpuruk masuk ke dasar bumi.

Adalah Dinda Nawangwulan, seorang survivor breast cancer yang terpanggil untuk berbagi keterampilan yang dimilikinya dalam merias wajah. Dinda ingin para sahabatnya tetap bisa tampil ceria, bahkan disaat harus jalani terapi. Dinda akan lebih berbahagia lagi, ketika sahabat seperjuangannya pun bisa miliki keterampilan yang sama dengan dirinya & bisa memanfaatkannya untuk lebih mandiri & percaya diri. Tuhan pertemukan kami melalui ajang Tupperware She Can! 2013. Saat itu Dinda tampil cantik saat menerima penghargaan bagi para wanita inspiratif She Can! yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia & berbagai bidang sosial yang ditekuninya. “Din, katanya kamu kaya BCL lho…. dengan hiasan bunga putih yang tersemat di sanggulmu”, sapaku padanya. “Kapan dong Dinda bisa ngajarin para sahabat Odapus & Lovi di Bandung?”, tambahku lagi. Rupanya dialog itu bukan sekedar obrolan basa-basi, karena beberapa bulan kemudian, Dinda bersama para sahabatnya sesama survivor breast cancer sudah berada di basecamp SDF untuk berbagi, lengkap dengan senjata perangnya berupa peralatan make up & aneka kuas yang super lengkap plus kamera J. Tak lupa Dinda pun menghadiahiku beberapa perangkat rias “Jangan ngurusin foundation terus mbak, sekali2 coba pakai ‘foundation’ dong hehehe” (ini mah hanya dialog rekaan antara Dinda & aku J). Ah! Betapa sebuah kebersamaan yang indah & tak terlupakan. Walaupun tak banyak waktu yang bisa dihabiskan bersama, namun hati semua yang hadir siang hari itu bermekaran & berwarna-warni. Sapuan aneka warna di wajah juga mewarnai hati kami semua. Seolah pelangi hadir di depan mata…. kami syukuri setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk belajar apapun dari siapapun di sisa waktu hidup ini…. maskot si Luppy-pun segera berpindah tangan & berada dalam dekapan Dinda diiringi nyanyian bersama “you are beautiful… beautiful… beautiful, kamu cantik cantik dari hatimu…. “ .

Love you my breast friends J

DSP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *