Monday Thought : Meminta Maaf dan Memaafkan

Renungan Senin, 15 Juni 2015
Meminta Maaf dan Memaafkan.

Salam dan selamat Pagi Sahabat

Di hari-hari menjelang bulan suci Ramadhan, juga sebelum, saat dan setelah hari Raya Iedul Fitri, akan sering sesama kita saling meminta maaf dan memaafkan.

Mudah untuk saling meminta maaf dan memaafkan diantara saudara atau teman yang memang tidak pernah ada kejadian yang membuat hati “terluka”. Namun, mudahkah juga untuk mengakui kesalahan karena pernah “melukai” hati orang lain atau memaafkan kesalahan orang yang lain yang telah “melukai” hati kita ?

Tidak salah dan baik adanya saling meminta maaf dan memaafkan kepada sesama saudara dan teman, namun yang jauh lebih peting dalam meminta maaf dan memaafkan adalah kepada orang-orang yang pernah kita lukai hatinya dan kepada orang-orang yang pernah melukai hati kita.

Meminta maaf karena harus mengakui kesalahan yang kita perbuat dan memaafkan orang lain yang melukai hati kita adalah langkah berat, namun jika sangggup dilakukan akan sangat meringankan beban jiwa dan lebih mudah meraih kebahagiaan.

“Mistakes are always forgivable, if one has the courage to admit them” (Bruce Lee)

“It takes a strong person to say sorry, and an ever stronger person to forgive” (Unknown)

Maaf lahir bathin atas segala salah dan khilaf saya dan selamat menjalankan ibadah-ibadah sepanjang bulan Ramadhan, bagi sahabat yang menjalankannya.

Have a  blessed week, have a blessed Ramadhan.

Salam (epp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *