Ramadhan Thought - 11 : Menunggu Giliran

Ramadhan Thought – 11

Menunggu Giliran
(*Terinspirasi dari Tafakuran Mutiara Tauhid).

Assalamualikum wr.wb.
Salam Ramadhan

Semalam sahabatku Anto mengabari bahwa Ayahanda tercintanya, aku memanggilnya Oom Noer, berpulang ke Rahmatullah.  Semoga Almarhum Oom Noer khusnul khatimah. Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu. Aamiin YRA.

Setiap menerima berita kematian, aku biasanya secara otomatis mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” yang maknanya “sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepada-Nya”, lalu aku berdoa untuk almarhum /almarhumah dan juga keluarga yang ditinggalkannya.

Lalu akupun termenung, sadarkah aku bahwa pada hakikatnya kalimat di atas juga ditujukan untuk aku sendiri… Sadarkah aku, bahwa sejatinya akupun sedang menunggu “giliran”…

Wafatnya seseorang seharusnya selalu menjadi pengingat bagi diriku bahwa sebaiknya akupun mempersiapkan diri untuk kembali pulang menemui Rabbku..

Akupun termenung, jika saatnya nanti tiba, sudah cukupkah bekal amal ibadahku? Sudah cukupkah taubatku atas segala dosa dan kesalahanku ?

Akupun termenung dan berdoa, “Ya Allah, jika waktunya tiba, wafatkan aku dalam keadaan khusnul khatimah, cukupkan bekal amal ibadahku dan ampuni segala dosa dan kesalahanku agar aku dapat bertemu dengan-Mu, Ya Rabbku.. Aamiin YRA”

Have a blessed Ramadhan
Salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *