Ramadhan Thought - 3 : Kewajiban atau Kebutuhan?

Ramadhan Thought-3

Kewajiban atau Kebutuhan ?

(*Terinspirasi dari Tafakuran Mutiara Tauhid)

Assalamualaikum wr.wb.
Salam Ramadhan

Ketika kita kecil dulu, sadarkah kita bahwa sekolah itu suatu kebutuhan ?
Orang tua yang menyayangi anaknya akan terus “memaksa / mewajibkan” anaknya untuk terus sekolah, karena sang ayah dan ibu tahu betul sekolah adalah “kebutuhan” untuk masa depan si buah hati. Sementara sang anak hanya merasakan sekolah sebagai suatu kewajiban bagi dirinya.

Itu sebabnya, karena tidak adanya “keyakinan” dalam hati, bahwa sekolah adalah kebutuhan kita, betapa sulitnya kita dulu untuk belajar secara sungguh-sungguh dan lebih senang bermain atau mengerjakan hal lain.

Pada umur berapa kita menyadari bahwa sekolah sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi sekedar kewajiban dari orang tua ?

Bagaimana dengan sholat dan puasa ? Allah memang “mewajibkan” kepada kita untuk sholat dan puasa. Sebenarnya apakah Allah yang butuh sholat dan puasa kita ? Mengapa Allah “wajibkan”? Apakah karena kasih sayang-Nya, seperti orang tua yang begitu sayang kepada anaknya sehingga mewajibkan (“memaksa”) anaknya sekolah?

Sedewasa ini, masihkah kita mengganggap sholat dan puasa sebagai sekedar kewajiban, bukan sebagai kebutuhan kita sendiri ? Adakah perbedaan kualitas shalat dan puasa yang kita jalankan jika didasari atas kesadaran sebagai kebutuhan bagi kita sendiri untuk bisa “berkomunikasi” dengan Allah, bukan sekedar keharusan dari Allah ?

Beginilah contoh proses bertafakur. Manusia yang mau bertafakur akan bisa membangun keyakinan-keyakinan Illahiyah, keyakinan-keyakinan baru yang memudahkannya untuk lebih taat, lebih meningkatkan kualitas ibadahnya untuk menjadi hamba-Nya, seperti yang Allah kehendaki.. I/Allah.

Have a blessed Ramadhan
Salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *