Ramadhan Thought - 4 : Siapa Yang Lebih Ingin Manusia Masuk Surga?

Ramadhan Thought-4

Siapa yang Lebih Ingin Manusia Masuk Surga ?
(*Terinspirasi dari Tafakuran Mutiara Tauhid)

Assalamualaikum wr.wb
Salam Ramadhan

Pertanyaan di atas lengkapnya seperti ini : “Siapa yang lebih ingin manusia masuk surga, manusianya sendiri atau Allah Sang Khalik ?” . Sebelum menjawab pertanyaan di atas, coba renungkan pada diri kita, ketika anak-anak kita masih kecil atau menjelang remaja : “Siapa yang lebih ingin anak-anak kita sukses di kehidupan masa depannya, anak-anak kita atau kita sebagai orang tuanya ?”. Kitalah sebagai orang tua yang lebih ingin anak-2 kita sukses.  Sementara anak-2 kita mungkin merasa “terbebani” untuk “dipaksa” rajin dan bekerja keras dalam menjalani sekolah dan mengikuti kursus-2 karena belum adanya kesadaran bahwa apa yang diwajibkan oleh orang tuanya adalah untuk kebaikan masa depan mereka.

Dengan analogi pertayaan kedua, mungkin kita sudah bisa menjawab pertanyaan pertama : Allahlah yang sebenarnya lebih ingin hamba-Nya masuk surga. Saking besar keinginan Allah agar hamba-Nya masuk surga, diutuslah Rasul utk memberi peringatan; diberinya kita kitab suci Al Qur’an; diberitahunya kita akhirat – nikmatnya surga dan menakutkannya neraka; diberitahunya kita bagaimana jalan yang harus ditempuh untuk masuk surga serta larangan-2 agar kita terhindar dari neraka. Diwajibkannya kita untuk sholat, puasa dan berbagai kewajiban lainnya, semua untuk kebutuhan kita, bukan untuk kebutuhan Allah.

Jadi kewajiban-kewajiban yang Allah tujukan bagi manusia sebenarnya merupakan bagian dari kasih sayang Allah, agar manusia masuk surga. Seperti halnya kita sebagai orang tua yang mewajibkan anak-anak kita sekolah dan mengambil berbagai kursus, karena kita sangat ingin anak-anak kita sukses kelak.

Kapan anak-anak kita menyadari bahwa mereka tidak perlu lagi disuruh atau dipaksa untuk sekolah atau giat belajar ? Mungkin ketika mereka menjelang dewasa di SMA atau ketika menjadi mahasiswa, dimana sudah muncul kesadaran diri bahwa sekolah itu untuk kebutuhan mereka sendiri.

Sudah cukup dewasakah kita, untuk menyadari bahwa kewajiban-2 yang Allah berikan kepada kita, sejatinya adalah karena kasih sayang-Nya dan karena Allah ingin hamba-Nya selamat dan masuk surga-Nya di akhirat kelak ?

Semoga terbangun keyakinan dan kesadaran bahwa semua hal yang Allah wajibkan kepada kita untuk dilakukan dan larangan-2 yang harus dijauhi, dapat kita patuhi tanpa merasa terbebani, karena hal tersebut adalah untuk kesuksesan diri kita sendiri meraih kebahagiaan di dunia dan keselamatan kita di akhirat.

Have a blessed Ramadhan
salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *