Ramadhan Thought - 22 : Marah = Bodoh ?

Ramadhan Thought – 22

Marah = Bodoh ?
(*Terinspirasi dari Tafakuran Mutiara Tauhid)

Assalamualaikum wr.wb.
Salam Ramadhan

Bisakah kita untuk tidak marah ? Keyakinan kita bahwa marah itu boleh asal pada tempatnya seringkali menjadi “pembenaran” yang menjerumuskan kita.
Saya pernah menerima sebuah tulisan bagus yang ingin saya bagikan, yang semoga merubah cara pandang kita bahwa kita bisa dan tidak perlu untuk marah, kalau kita berhasil membangun kesadaran bahwa kekesalan dan kemarahan adalah tanda kelemahan dan kebodohan kita … Tengok juga apa kata Al Qur’an.

Jenderal H. Potter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jenderal Ulysses Grant suatu malam saat mereka duduk di dekat api unggun. Ditulis oleh Potter : “Jenderal Ulysses Anda luar biasa, walaupun Anda dididik dalam kekerasan militer dan selalu mengalami permainan kasar dalam tugas garis depan, Anda tidak terpancing untuk mengumpat. Saya tidak pernah melihat anda mengucapkan kata-kata kasar sekalipun.” “Anda punya alasan untuk hal ini?”, tanya Potter.

Grant menjawab, “Saya tidak mau membiasakan mengumpat. Sejak remaja saya tidak pernah melakukannya dan ketika saya dewasa, saya menganggap bahwa mengumpat adalah sebagai suatu tindakan kebodohan. Karena kata-kata kasar membangkitkan amarah diri kita sendiri dan akan menyulut kemarahan orang lain. Saya tidak pernah melihat kehidupan yang berkualitas dari seorang pemarah, selain lemah dan rapuh dari segi spiritual, seorang pemarah akan menghilangkan banyak kesempatan. Seorang pemarah, adalah seorang yang lelah, ia seorang yang berperang dengan dirinya sendiri, sekalipun ia menang, ia akan hancur.

Tidak ada yg lebih buruk daripada seorang yang menjadi marah sampai ia tidak dapat menguasai dirinya sendiri. “Pada saat kita marah, kita telah kalah! Pada saat kita membenci, kita telah terkunci! Pada saat kita mendendam, kita telah menjadi tawanan !”

Solusi menuju ketenangan adalah: “MENGAMPUNI”

Janganlah sampai amarah kita merusak jalan hidup dan masa depan kita. Jadilah orang sabar serta arif dan bijaksana… Apakah ciri-ciri orang yang bertakwa?

“Yaitu orang2 yang menginfakkan hartanya ketika lapang dan sempit dan menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain” (Ali ‘Imraan QS 3:134)

Have a blessed Ramadhan
Salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *