Monday Thought : Paska "Pelatihan"

Renungan Senin, 27 Juli 2015
Paska “Pelatihan”

Ketika Muhammad Ali menjadi juara tinju kelas berat dunia kebanyakan orang melihatnya dan merasakannya sebagai suatu kemenangan gemilang sesaat setelah mengalahkan lawannya.

Tidak banyak orang yang ikut merasakan “pahitnya” perjuangan mengalami pelatihan dan penggemblengan luar biasa agar bisa tampil dalam ring menghadapi lawannya. Buah atau keberhasilan dari hasil pelatihan bukan terjadi atau terlihat ketika menjalani pelatihannya, namun akan terlihat pada paska pelatihan.

Begitu pula esensi dari puasa yang kita jalani. Keberhasilan puasa seharusnya terlihat ketika kita “bertanding” di arena (“ring tinju”) kehidupan, paska puasa. Sanggupkah kita menjalani “kehidupan” baru yang lebih baik dari sebelumnya ? Beribadah lebih baik, bekerja lebih baik dan berperilaku lebih baik.. Jika itu terjadi maka jadilah kita JUARA, yang berhasil memanfaatkan masa pelatihan selama berpuasa sebagai ajang memperbaiki diri.

Jika kehidupan paska puasa tidak ada perbaikan diri dari kehidupan sebelum puasa, maka sebenarnya yang didapat selama puasa hanyalah sekedar menahan lapar dan dahaga…

“I hated every minute of training, but I said, ‘Don’t quit. Suffer now and live the rest of your life as a champion” (Muhammad Ali)

Have a blessed week
Salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *