Ramadhan Thought - 25 : Menjadi Muslim

Ramadhan Thought -25
Menjadi Muslim

Assalamualaikum wr.wb.
Salam Ramadhan.

Seandainya kita di rumah memiliki 2 asisten (pramuwisma), yang pertama, orangnya baik, pintar dan pekerja keras namun sering melanggar perintah, tidak nurut dan bekerja maunya sendiri. Yang kedua, orangnya baik juga, pekerja keras juga, tapi kurang pintar, namun selalu taat perintah dan aturan.

Jika kita berniat memberhentikan salah satunya untuk diganti dengan yang lain, mana yang akan diberhentikan dan kriteria/alasan apa yang digunakan untuk memberhentikan ybs ? Sepertinya banyak atau hampir semua jawaban akan menggunkan alasan ketidaktaatan kepada perintah dan aturan, bukan alasan kepintaran.

Bayangkan jika kita memilki asisten di rumah yang baik, rajin, pekerja keras, walau tidak pintar (apalagi kalau pintar), lalu selalu taat perintah dan aturan, kira-kira seberapa sayangnya kita terhadap ybs ? Mungkin segala kebutuhannya, bahkan kebutuhan keluarganya di kampungpun akan dipenuhi untuk mempertahankan agar sang asisten betah bekerja dengan kita, kalau perlu selamanya…

Bagaimana Allah menilai kita ? Ketataan juga, bukan ? Nah, kira-kira seperti apa Allah akan menilai kita, sebagai hamba-Nya, jika kita masih sering tidak taat perintah, masih sering melanggar aturan-Nya dan hidup sesuka dan semaunya kita ?

Tidak heran jika arti “muslim” adalah berserah diri, karenanya menjadi “muslim” berarti menyerahkan diri kita sepenuhnya (kaffah) dan rela diatur oleh Allah. Pertanyaannya, sudah seberapa rela saat ini kita patuh tunduk pada semua aturan Allah ?

Masihkah ada aturan Allah yang sering kita abaikan dan apa saja larangannya yang masih sering kita langgar ? Ketika kita tidak mentaati aturan Allah, sebenarnya kita sengaja atau membiarkan diri mengikuti langkah syaitan… Dan itulah yang terjadi ketika nabi Adam terusir dari Surga..

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.” (Al Baqarah QS 2:208)

Have a blessed Ramadhan.
Salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *