Ramadhan Thought - 26 : Siap-siap "Mudik" Yuk

Ramadhan Thought – 26

Siap-siap “Mudik” Yuk
(*Terinspirasi dari Tafakuran Mutiara Tauhid)

Assalamualaikum wr.wb.
Salam Ramadhan.

Sebagian besar masyarakat kota adalah para perantau yang saat ini sudah atau sedang siap-siap untuk mudik menjelang lebaran. Selalu ada kerinduan untuk bertemu orang tua, sanak saudara, teman dan bernostalgia di kampung halaman.

Kita yang akan mudik “sementara” saja selama libur lebaran pasti sudah mempersiapkan macam-macam : dana, pakaian, makanan & minuman, oleh-oleh, persiapan kendaran, obat-obatan, dll yang intinya agar nyaman selama dalam perjalanan dan dapat bahagia menikmati liburan di kampung halaman.

Nah, jika mudik “sementara” saja perlu beragam persiapan, bagaimana persiapan kita untuk menghadapi mudik “permanen” ke kampung akhirat, sudah siapkah kita ? Apa bekal yang harus kita siapkan agar bisa menikmati perjalanan dan ketika tiba di kampung akhirat kita bisa menetap dengan nyaman dan bahagia ?

Semua manusia adalah perantau, pengembara di “kota” besar yang bernama DUNIA. Sadar atau tidak sadar kita sebenarnya sedang di alam persinggahan dan masih dalam perjalanan, belum sampai tujuan. Kita sedang diperjalankan Allah untuk “mudik” yang sebenar-benarnya, yang tidak akan kembali lagi ke dunia.

Kita sadari atau tidak, setiap detik, jam, hari, bulan dan tahun yang dilalui, kita semakin mendekat menuju kampung Akhirat…

Semoga kita semua tidak hanya bersenang-senang di alam persinggahan di dunia ini, namun juga perlu sadar menyiapkan bekal untuk perjalanan dan bekal agar bisa hidup nyaman di tempat tujuan akhir di kampung kehidupan yang kekal abadi : Surga, the Final Destination.

“… Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat ? Padahal kenikmataan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit” (At Taubah QS 9:38)

Semoga kita bisa reuni dan bernostalgia di sana…bersama semua keluarga, sahabat dan teman dan hamba-hamba-Nya yang selalu berusaha taat kepada-Nya dan yang selalu rindu menanti perjumpaan dengan sang Khalik. Aamiin YRA.

Have a blessed Ramadhan.
Salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *