Ramadhan Thought - 28 : Meminta Maaf dan Memaafkan

Ramadhan Thought – 28

Meminta Maaf dan Memaafkan
(*Terisnpirasi dari tafakuran Mutiara Tauhid)

Assalamualikum Wr.Wb.
Salam Ramadhan

Waktu berlalu begitu cepat, kita sudah di penghujung bulan suci Ramadhan dan sebentar lagi Lebaran. Saat dan setelah hari Raya Iedul Fitri, akan sering sesama kita saling meminta maaf dan memaafkan. Walaupun ini tradisi khas Indonesia yang dilakukan di Hari Raya Iedul Fitri, hendaknya kita tidak sekedar basa-basi meminta maaf dan memaafkan.

Mudah untuk saling meminta maaf dan memaafkan di antara saudara atau teman yang memang tidak pernah ada kejadian yang membuat hati “terluka”. Namun, mudahkah juga untuk mengakui kesalahan karena pernah “melukai” hati orang lain atau memaafkan kesalahan orang yang lain yang telah “melukai” hati kita ?

Tidak salah dan baik adanya saling meminta maaf dan memaafkan kepada sesama saudara dan teman, namun yang jauh lebih peting dalam meminta maaf dan memaafkan adalah kepada orang-orang yang pernah kita lukai hatinya dan kepada orang-orang yang pernah melukai hati kita.

Meminta maaf karena harus mengakui kesalahan yang kita perbuat adalah langkah berat. Memaafkan orang lain yang melukai hati kita, ternyata lebih berat lagi. “It takes a strong person to say sorry, and an ever stronger person to forgive” (Unknown)

Namun jika sangggup dilakukan akan sangat meringankan beban jiwa dan lebih mudah meraih kebahagiaan.

” …..dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (An Nuur QS 24 : 22)

”Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh…” (Al A’raaf QS 7 : 199)

Maaf lahir bathin atas segala salah dan khilaf saya, juga jika ada tulisan Ramadhan Thought yang tidak berkenan.

Have a blessed Ramadhan.
Salam (epp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *