Ramadhan Thought - 29 : "Berhasilkah Puasaku?"

Ramadhan Thought – 29

“Berhasilkah Puasaku ?”
(**Terinspirasi dari Tafakuran Mutiara Tauhid)

Assalamualaikum wr.wb
Salam Ramadhan

Hari ini in sya Allah hari terakhir puasa. Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri “Berhasilkah puasaku ?” Apa kriteria untuk menentukan berhasil tidaknya puasa kita ? Kalau hanya sekedar menahan lapar, dahaga, syahwat dan emosi saja hampir semua orang berhasil “lulus” dari ujian puasa.

Mungkin jawaban di atas hanya melihat puasa dari dimensi fisik. Padahal puasa selain harus memenuhi dimensi fisik juga harus memenuhi dimensi spiritual: menjadi manusia yang bertakwa.

Dimensi spiritual puasalah sebetulnya yang akan menentukan keberhasilan dan “kelulusan” puasa kita.Keberhasilan puasa akan terlihat bukan pada Hari Raya Iedul Fitri, ketika puasa ditamatkan, namun pada kehidupan “normal” setelah bulan Ramadhan.

Apakah ada perubahan (“before and after” puasa) pada sikap dan perilaku buruk/kurang baik menjadi baik ? Apakah ada kebiasaan lama yang melanggar perintah Allah atau yang tidak membawa manfaat kemudian bisa kita hentikan ? Apakah ada peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah kita ?

Apakah kita bisa menjadi orang yang lebih “cool” : tidak lagi marah, tidak lagi mengeluh, lebih tenang, lebih sabar, selalu bersyukur, selalu berbuat kebaikan ? Berhasilkah kita mempuasakan kehendak diri ? Berhasilkah kita merubah cara hidup kita untuk kembali masuk ke “orbit” ketaatan-Nya untuk selalu mengikuti kehendak Allah ?

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu AGAR KAMU BERTAKWA” (Al Baqarah QS 2 : 183)

Ya Allah, semoga tidak sia-sia perjuangan kami untuk memanfaatkan kesempatan perbaikan diri yang Engkau berikan.Ya Allah, semoga ibadah-2 Ramadhan kami menjadikan kami mampu berhijrah menjalani 11 bulan ke depan dengan menjadi hamba-Mu yang lebih takwa, yang rela diatur & rela mengikuti kehendak-Mu Ya Rabb.

Happy Ied Mubarak – Taqabbalallahu minnaa waminkum, semoga amal ibadah kita diterima Allah. Mohon maaf lahir bathin atas segala salah & khilaf yang pasti ada.

Have a blessed Ramadhan,
Salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *