Ketika Sang Mentari Pagi Bersinar

WLD-2006---2

Catatan Lepas World Lupus Day 2006

Kehangatan mentari pagi memang memberikan keajaiban tersendiri. Memberikan semangat dan kekuatan bagi para relawan dan sahabat Odapus (Orang dengan lupus) ketika 9 dan 10 Mei yang lalu, mereka turun ke beberapa ruas jalan utama di kota Bandung, untuk membagikan sticker kepedulian dan informasi seputar penyakit lupus juga sebuah reli panjang talkshow di berbagai radio dan stasiun TV lokal. Sungguh cukup melelahkan apalagi untuk ukuran seorang sahabat Odapus. Entah darimana datangnya kekuatan itu, tapi yang pasti semua ingin menyuarakan hati dan menggemakan kepedulian. Tentunya semua dengan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Pun ketika tepat di Hari Lupus Sedunia 10 Mei 2006, saat sore hari melakukan perenungan bersama keluarga para sahabat odapus yang telah tiada, kenangan indah bersama mereka dan kepergian mereka justru menjadi penyemangat untuk terus bergerak dan berikhtiar. Semuanya tak lain karena menyadari bahwa hidup adalah kesempatan luar biasa yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Hidup merupakan peluang berharga untuk mengumpulkan bekal kepulangan nanti.

Tak salah jika seorang relawan kemudian melantunkan sebuah lagu pada acara ‘Sahabat Odapus dalam Kenangan’

 

Tiada Waktu Tersisa

Jalan masih panjang

Yang harus kau tempuh

Menapak menurun mendaki

Tak harus mengeluh

 

Waktu yang tersisa tiada percuma

Asal kau jeli membaca,

Mengeja tanda-tandaNya

 

Setiap nafas adalah karunia

Tak ternilai harganya

Seperti nafas yang kau punya

 

Dia Yang Maha Besar,

Dia Yang Maha Tinggi

Karunia hidup ini;

Adalah JANJI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *