Monday Thought : The Greatest Legacy

Renungan Senin, 10 Agustus 2015

The Greatest Legacy

Salam dan selamat pagi Sahabat.

Kemarin saya menemani istri, mewakili Syamsi Dhuha Foundation, ke Semarang, menjadi salah satu pembicara seminar dengan Topik “Lupus Bukan Halangan untuk Berkarya”  yang diadakan Panggon Kupu, Komunitas Lupus di Semarang.

Selalu ada pelajaran hidup ketika berkumpul dan berdiskusi dengan sahabat-2 Odapus dan para pendampingnya yang selalu mengobarkan semangat dan  kebersyukuran tanpa henti, walau harus menghadapi banyak ujian ketidaknyamanan.

Acara kemarin semakin bermakna ketika bertemu, berkenalan dan mendengarkan sesi motivasi dari Bunda Anne Avantie. Pengusaha sukses yang terkenal dengan rancangan kebaya kontemporernya.

Mungkin tidak ada yang pernah menyangka bahwa kesuksesan beliau bukan karena tingkat pendidikan yang pernah ditempuh. Beliau terpaksa meninggalkan bangku SMA sebelum lulus, karena harus membantu orang tuanya dalam kondisi kesulitan ekonomi.

Namun, justru karena “keprihatinan”, perjuangan dan teladan sang ibundanyalah, yang selalu bersemangat  dan pantang menyerah, yang membentuk karakter seorang Anne vantie..

Keprihatinan dan karakter, bukan uang dan bentuk materi lainnya, yang diwariskan sang Ibu yang kemudian menjadi bahan bakar utama kesuksesan Anne Avantie. Beliau bukan sekedar menjadi pengusaha sukses namun sekaligus menjadi wirausahawati sosial yang sangat peduli mencari dan menghadirkan solusi dari permasalahan sosial yang ada di depan matanya…

“The greatest legacy one can pass on to one’s children and grandchildren is not money or other material things accumulated in one’s life, but rather a legacy of character and faith” (Billy Graham)

Have a blessed week.

Salam (epp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *