Tantangan bagi Jawara Wirausaha Sosial

AJWSB-2015

Siaran Pers

Bandung, 14 Agustus 2015

 

Tantangan bagi Jawara Wirausaha Sosial

Satu dasawarsa sudah Syamsi Dhuha Foundation (SDF) bersemangat menyemai kepedulian terhadap sesama. Dari perkumpulan penyandang Lupus yang ingin menguatkan sesama. SDF bertransformasi menjalankan misi SocialPreneurs untuk kelak berkembang menjadiVenture Philanthropy Organization.

Setelah sukses menjalankan program beasiswa pendidikan dan penelitian, kali ini kami memberikan tantangan khusus semua wirausahawan Bandung dan Jawa Barat untuk berkompetisi memenangkan Anugerah Jawara Wirausaha Sosial Bandung (AJWSB) 2015.

Ini adalah kompetisi SocialPreneurs pertama yang diselenggarakan SDF & Bandung Social Innovation Circle (BaSIC). Kompetisi terbuka untuk mereka yang memiliki ide usaha atau usaha yang telah berjalan yang akan memberikan dampak atau perubahan positif bagi warga Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Ajang ini tetap terbuka bagi peserta dari luar Jawa Barat.

“Ajang ini adalah langkah awal SDF menjadi Venture Philanthropy Organization untuk pertemukan sumber-sumber pendanaan dengan potensi usaha yang berorientasi pada solusi dan perubahan sosial”, jelas Eko Pratomo, pendiri SDF sekaligus penggagas AJWSB di Bandung, Jumat, 14 Agustus 2015.

Kompetisi akan menetapkan 10 Finalis untuk memenangkan hadiah dan kesempatan mendapatkan penyertaan modal hingga Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dari SDF.

Lebih jauh Eko memaparkan AJWSB digelar untuk berikan motivasi, penghargaan dan pemberdayaan bagi para Jawara Wirausaha Sosial yang semata menjalankan bisnis bukan demi uang, terlebih memiliki nilai sosial.

Sehingga dipastikan kompetisi ini akan menyasar wirausahawan yang tidak hanya mencari keuntungan tapi juga memikirkan dampak sosial dari usaha mereka. Juga bertumbuhnya kesadaran lembaga nirlaba untuk dapat mandiri dalam menunjang dan menjaga kesinambungan misi sosial yang diembannya.

AJWSB terbuka bagi wirausahawan perorangan/kelompok maupun  perusahaan/koperasi/ yayasan, terbagi dalam tiga kategori, yakni :

  1. Ide & Start Up (ide usaha dan usaha yang berjalan 1-3 thn)
  2. Growth (usaha sudah berjalan > 3 thn)
  3. Established (sudah berjalan > 10 thn & telah berikan dampak sosial yang signifikan).

Untuk dua kategori pertama (1 & 2), para pendaftar terpilih akan berkesempatan mengikuti lokakarya (workshop) tentang kewirausahaan sosial yang juga dibekali dengan pengetahuan manajemen.

“Program ini juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Bandung. Ridwan Kamil, Walikota Bandung, sudah bersedia duduk sebagai salah satu Penasihat dan akan sinergikan kegiatan ini dengan Dinas Sosial dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Bandung”, tambah Eko.

Adjie Wicaksana, salah satu pendiri BaSIC, mengatakan AJWSB sebagai satu sarana membangun jaringan kemitraan para wirausahawan sosial.

“BaSIC yang secara strategis diinisiasi sebagai wadah kolaborasi para sosial innovator ingin menjadikan AJWSB sebagai sarana membangun dan merekatkan jaringan kemitraan untuk bersama-sama melakukan pemberdayaan dan pengembangan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship)”, tutur Adjie.

Galih Nugraha, Project Officer AJWSB 2015, memaparkan pendaftaran dimulai sejak awal Agustus dan berlangsung hingga 1 September 2015.

“Kami akan memilih 50 nominator yang wajib mengikuti lokakarya dan selanjutnya akan disaring menjadi 10 finalis,” ujar Galih.

Seleksi ketat akan dilakukan Dewan Juri dari berbagai kalangan, diantaranya Ari Sutanti (British Council), Romy Cahyadi (UnLtd Indonesia), Juwanda (Dewan Smart City Kota Bandung) dan Dewi Meisari (Universitas Indonesia). Pemenang akan diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2015.

“Momennya pas untuk memompa semangat para peserta agar berjuang pantang menyerah seperti para pahlawan kita,” tambah Galih pula.

Para pemenang akan mendapatkan hadiah dan penyertaan modal dari SDF dan para finalis akan mengikuti program inkubasi selama 6 bulan. Program inkubasi akan membekali para finalis dengan berbagai arahan dan bimbingan langsung dari para mentor berpengalaman antara lain Bijaksana Junerosano (Marketing), Gibran Huzaifah (R & D), Edwar Fitri (Finance) & Adjie Wicaksana (Social Enterprise Business Model).

AJWSB didukung sepenuhnya oleh Global Shapers Community Bandung, UnLtd Indonesia, UKMC UI, British Council dan Innovation for Community Development Center (ICDC) Indonesia. Diperkuat Dewan Penasihat : Andy F. Noya (Kick Andy Foundation), Perry Tristianto (Pengusaha), Ipong Witono (Pengusaha), Eric M. Atthauriq (Kadis UKM & Perindustrian Perdagangan Kota Bdg) & Dodi Ridwansyah (Kadis Sosial Kota Bdg).

Keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi :

 

Sekilas Syamsi Dhuha Foundation

 

Syamsi Dhuha Foundation (SDF) www.syamsidhuhafoundation.org lahir di Bandung bulan Oktober 2003 dan memulai kegiatan pertamanya pada tahun 2004. SDF didirikan pada awalnya untuk memberikan dukungan (sebagai support group) bagi para penyandang Lupus dan Low vision (keterbatasan penglihatan) dengan visi untuk meningkatkan kualitas hidup para sahabat Odapus (orang dengan Lupus) dan sahabat Lovi (Low vision).

Kegiatan yang dilakukan meliputi : pendampingan bagi pasien dan keluarga, edukasi publik, pelatihan, advokasi kepada pemerintah,penelitian, dukungan dan kerjasama sesama support group di tingkat nasional dan internasional.

Menyadari bahwa kegiatan sosial yang dilakukan membutuhkan dana yang cukup besar dan perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, SDF juga berupaya menjadi wirausaha sosial (social enterprise) untuk mengurangi ketergantungan dana dari donatur.

Ajang AJWSB ini adalah salah satu upaya SDF dengan dibantu para mitra penggiat kewirausahaan sosial untuk bertransformasi menjadi wirausaha sosial.

 

Syamsi Dhuha Foundation

Jl. Ir. H. Juanda No.369 Komp. DDK No. 1 Bandung 40135, Indonesia

P/F +62.22.250 2008, +62.22.250 4050 M. +62.813 2050 9446 Email : end@cbn.net.id, www.syamsidhuhafoundation.org

Syamsi Dhuha Yayasan Acc. No.  700 009 24 97 Bank Syariah Mandiri Hasanuddin – Jakarta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *