A Pleasure of Giving

A-Pleasure-of-Giving-6

Sahabat tercinta,

Adalah sebuah kebahagiaan manakala dapat berjumpa para sahabat Odapus & keluarganya di berbagai daerah di Indonesia. Itu juga yg terasa saat di undang komunitas Lupus Panggon Kupu Semarang, 9 Agt 2015 yg lalu. Hati berbunga saat dapat bertegur sapa & berjabat hangat dengan para sahabat yg tak hanya datang dari Semarang, tapi juga dari Tuban, Malang, Demak, Kudus, Jepara, Magelang, Solo & Yogja. Terselip pula 2 sahabat Odapus pria yg kuinisiasi untuk bergabung di LGC (Luppies Gentlement Club) J. Di ikat dengan simpul tali perjuangan bersama yg indah… mencari jawaban di setiap pertanyaan : Apa ya yg Tuhan inginkan dariku? Bagaimana ya agar aku dapat menjadi seperti yg Tuhan inginkan? Jika itu yg selalu terngiang, dimanapun kita berada & kemanapun kaki ini melangkah, jiwa terasa penuh & tak ada ruang untuk mengeluh. Dada bergemuruh & sungguh hidup adalah karunia yg menyentuh… Masih bisa berkarya merancang busana, walau Lupus kadang datang mendera. Masih ada pendamping setia, walau nyeri tak kunjung reda. Masih ada Bunda yg tak putus berdoa, walau impian kerap sirna…

A-Pleasure-of-Giving

Adalah seorang Anne Avantie, desainer kebaya kondang asal Semarang yg menjadikan ibunya sebagai inspirator utama yg mewarnai perjalanan hidupnya. Betapa anak kecil yg hidupnya berkekurangan itu, di tempa habis oleh sang Bunda menjadi pribadi yg ulet, terampil & kreatif. Rasa percaya diri yg tinggipun dijadikannya sebagai modal untuk mengarungi gelombang kehidupan & Bunda-nya menjadi mata air inspirasi yg tak pernah kering. Mulai dari memadupadankan bahan menjadi kebaya yg indah, memanfaatkan sisa bahan yg ada hingga penyikapan sang Bunda yg tetap positif walau diberi ujian sakit berupa kanker sekalipun. Ibunda-nya tetap ceria & optimis hingga saat ini di usia yg sudah lanjut… If berkisah tentang Ibu, memang tak ada habisnya, akupun lantas teringat cerita Ibunda Ridwan Kamil, walikota Bdg yg mengaku Ibu-nyalah yg berperan dalam pembentukan karakternya hingga menjadi pribadi yg seperti saat ini. Termotivasi untuk bisa bermanfaat bagi orang banyak, sesuai pesan Ibunda tercinta. Sang Ibu jualah yg kerap mengingatkannya untuk fokus pada tujuan & konsisten mewujudkannya. Yg rutin ditanyakan sang Bunda kepadanya, dari dulu hingga sekarang hanya 2 pertanyaan sederhana : ‘sudah makan?’ & ‘sudah shalat?’, sederhana namun bermakna dalam… karena yg pertama cerminkan perhatian akan pentingnya menjaga kesehatan raga agar bisa beraktivitas & bermanfaat selama berada di dunia & yg kedua cerminkan perhatian & kepedulian agar kelak selamat di alam keabadian.

Anne-Avantie

Akupun lantas bergumam dalam hati… ‘Ya benar, surga itu memang di bawah telapak kaki Ibu…’ karena Ibu-lah yg kerap membentuk karakter kita & menjadi panutan yg tentukan arah mana yg kita tuju & jalan mana yg akan kita tempuh. Aku juga belajar arti sebuah ketabahan dari seorang Ibu yg survivor breast cancer, juga kesungguhan & ketekunan beliau dari setiap apa yg dikerjakannya. Belum lagi berbagai kisah pengorbanan Ibu mulai dari melahirkan sang buah hati ke muka bumi, merawat & membesarkannya sepenuh hati, mendampingi sang anak dalam suka duka & kondisi apapun, bahkan tanpa pendamping sekalipun, ketika sang Ibu harus tetap tegar berdiri menghidupi anak2nya. Semua terasa nyata & terhayati benar ketika siang hari itu kami semua secara spontan dengan lirih melantunkan tembang sederhana yg liriknya begitu melekat di hati :

Kasih Ibu, kepada beta

Tak terhingga, sepanjang masa

Hanya memberi, tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia…

Let’s light up the world with the ray of our heart

Happy Mentarimorfosa!

DSP

A-Pleasure-of-Giving-2

 

One thought on “A Pleasure of Giving

  1. Dody Indrianto Srihadi berkata:

    Istri saya didiagnosa SLE, berada di Semarang, bagaimana kami bisa bergabung dengan komunitas ini
    Terima kasih
    DODY IS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *