World Sight Day 2015

Concert

Sahabat tercinta,

Sahabat2ku di ITB’83 punya cara tersendiri tuk tunjukkan kasih sayang mereka kepada para sahabat  Lovi & Tunet. Mereka jadikan WSD ‘Melihat dengan Hati’ sebagai konser amal mereka. Berkolaborasi dengan para pemain biola jalanan, mereka akan tampil dengan nama Ladies Power ITB 83 & Street Violinist tuk ajak semua menjadi mata bagi yg terbatas penglihatannya via program ‘Tebar Seribu Alat Bantu Lovi’. Mau gabung? What a beautiful friendship.

 

Flyer WSD 2015

Siaran Pers

Bandung, 10 Oktober 2015

 

SDF luncurkan program ‘Tebar 1000 Alat Bantu Low vision’

Bertepatan dengan puncak Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day – WSD) –  Minggu, 11 Oktober 2015 – Syamsi Dhuha Foundation (SDF), LSM nirlaba peduli Low vision (Lovi) akan luncurkan program ‘Tebar 1000 Alat Bantu Lovi’ yg akan berlangsung hingga 10 Oktober 2016. “Kalau selama 10 tahun terakhir ini SDF banyak melakukan berbagai program pelatihan, edukasi, sosialisasi, pendampingan dan penelitian bagi para penyandang disabilitas netra, maka di 2015 ini SDF ingin berbuat lebih dengan upayakan pengadaan dan distribusi alat bantu Lovi ke berbagai daerah di Indonesia. Mengapa? Karena  dengan berbekal keterampilan/pendidikan dan alat bantu Lovi, maka kualitas hidup dan produktivitas para penyandang disabilitas netra dapat ditingkatkan. Selama ini ketersediaan alat bantu Lovi masih sangat terbatas, baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Banyak yg tak menyadari bahwa jumlah penyandang Lovi di seluruh dunia (246 juta orang) jauh lebih besar dari jumlah penyandang Totally Blind/TB (39 juta orang)”, ungkap Dian Syarief, penyandang Lovi yg juga Ketua SDF. Selain itu di WSD kali ini yg bertemakan ‘Melihat dengan Hati’, SDF juga akan luncurkan audiobook ‘Pengembalian Terhebat’ berisi kompilasi kisah dan testimoni dari 10 sahabat Lovi dan TB yg berkiprah di SDF.

Sementara itu dr. Ine Renata, Sp.M (K), dokter pemerhati Lovi dari RSM Cicendo menjelaskan : “Dengan adanya keterbatasan kemampuan penglihatan, maka fungsinya perlu dialihkan ke pendengaran. Karena itu dibutuhkan alat bantu yg bersuara seperti : komputer bicara, handphone bicara, jam bicara atau alat bantu yg sifatnya adalah perbesaran, seperti : kaca pembesar (magnifier/loupe). Seorang penyandang Lovi harus berkonsultasi dengan ahli mata untuk diperiksa kondisi penglihatannya dan pemilihan alat bantu yg tepat dan sesuai dengan kondisi matanya. Sayangnya memang alat bantu Lovi masih harus diimpor karena belum ada produsen lokal”. Adapun Dekan FK UNPAD, dr. Arief Kartasasmita, Sp.M(K), M.Kes., MM., PhD, mengatakan : ”Siapapun berhak untuk dapatkan perawatan kesehatan yg layak. Layanan kesehatan harus dapat jangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yg rentan terkena masalah kesehatan mata. Hal lain yg perlu diingat, kesehatan mata termasuk pelayanan rehabilitasi yg harus diutamakan, termasuk bantuan dan dukungan bagi para penyandang Lovi ini. Karena itu inisiatif dan keberadaan program ‘Tebar 1000 Alat Bantu Lovi’ ini perlu didukung oleh semua pihak”, saat membuka acara puncak peringatan WSD 2015 yg juga diwarnai dengan konsultasi mata komprehensif bersama para dokter spesialis mata, konsultan Informasi Teknologi (IT), profesional rehabilitasi Lovi dan psikolog. Pada saat yg sama, para relawan juga ajarkan seni melipat kertas (Origami) dan mendongeng bagi para Lovi cilik.

Di puncak acara, Arvan Pradiansyah – penulis buku ‘7 Laws of Happiness’ berbagi resep kebahagiaan : Untuk bisa meraih kebahagiaan, seseorang harus belajar tuk miliki kemampuan bersabar, bersyukur, menyederhanakan berbagai hal dalam kehidupannya, berkasih sayang, senang berbagi, mudah memaafkan dan berserah diri kepada Tuhan. Acara yg diikuti perwakilan komunitas dan institusi pendukung penyandang disabilitas netra, dimeriahkan pula dengan persembahan lagu tematik dari para sahabat Lovi dan TB yg diwakili Joan Bagas dan Fiersa serta The LuLo yg beranggotakan penyandang Lupus, Lovi dan relawan. Juga akan tampil kolaborasi para pemain biola jalanan (Street Violinist) dengan alumni ITB ’83 (Ladies Power). “Tak lupa kami ingin ajak masyarakat untuk menjadi mata bagi mereka yg penglihatannya terbatas, dengan cara : berdonasi tuk pengadaan alat bantu Lovi, menghadiahkan audio book atau menjadi reader (pembaca) bagi penyandang disabilitas netra”, tambah Laila Panchasari, Manajer SDF.

Taufik Faturahman dan Ardinal Purbowo yg wakili sahabat Lovi para pengisi audio book ‘Pengembalian Terhebat’ menuturkan pengalaman mereka bagaimana berproses untuk bisa membangun semangat dan meraih kebahagiaan dengan cara terus belajar dan berkarya yg juga bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Taufik yg seorang dosen di ITB dan meraih gelar doktornya di Australia mengaku : “Jujur, tak mudah tuk jalani semua ini. Masa awal di perantauan adalah masa penuh perjuangan, baik yg terkait studi maupun kehidupan sehari-hari. Semua serba baru dan harus dilakukan sendiri, meski banyak rekan yg siap membantu. Presentasi riset merupakan tantangan terbesar, bagaimana memahami, menghafalkan serta menjelaskannya. Banyak improvisasi yg harus dilakukan. Adalah sebuah pilihan untuk tidak hentikan langkah dan menyelesaikan studi. Bukan lagi keakuan dan kesombongan diri yg dicari, melainkan pengakuan atas kebesaran Tuhan”.

Sedangkan Ardinal Purbowo yg akrab disapa Bowo, asal Purwokerto konsisten berkreasi dengan tuangkan kecintaan pada kota kelahirannya dengan membuat situs ‘Info Purwokerto‘ dan aktif berbagi aneka cerita dan pengalaman melalui media sosial. “Tak pernah terbayangkan, Tuhan begitu baik kepadaku, kembalikan lagi kemampuanku dulu yg kupikir tak pernah bisa kulakukan lagi setelah aku menjadi tunanetra. Aku suka sekali bermain komputer, menulis, membaca dan bermain gitar. Awalnya aku sangsi ketika mendengar ada beberapa teman tunanetra yg dapat menggunakan komputer dengan baik. Namun setelah dapatkan kesempatan ikuti pelatihan komputer yg diadakan SDF, serta adanya alat bantu (scanner) yg memungkinkanku tuk baca buku, bangkitkan kembali semangat dan gairahku. Aku seperti hidup kembali”.

Beberapa contoh alat Lovi :

Alat-Bantu

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi :

Jl. Ir. H. Juanda No.369 Komp. DDK No. 1 Bandung 40135, Indonesia

P/F +62.22.250 2008, +62.22.250 4050 M. +62.813 2050 9446 Email : end@cbn.net.id, www.syamsidhuhafoundation.org

Syamsi Dhuha Yayasan Acc. No.  700 009 24 97 Bank Syariah Mandiri Hasanuddin – Jakarta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *