DSP's Weekend Notes - Sabar Yang Cantik

Fish

Sabar yang cantik : Sabar yang cantik tak sekedar hanya mampu menahan diri, tapi dilakukannya dengan elegan. Teladan diberikan oleh Yusuf as dan Said Kutub. Saat mereka berada dipenjara, hanya memenjarakan fisik tapi tidak jiwa mereka. Yusuf as masih tetap bersinar dan cerahkan orang lain. Sementara Said Kutub masih tetap bisa berkarya dengan menulis tafsir Qur’an Teladan sabar yang cantik juga diberikan oleh Bilal – sang muadzin dan Asyiah – istri Fir’aun. Kesabaran mereka merupakan buah dari keteguhan iman mereka. Walau alami penyiksaan berat, namun keduanya tetap pada pilihannya, bahkan saat disalib pun Asyiah tetap tersenyum karena Allah perlihatkan surga kepadanya.

Jika dikatakan Allah akan bersama orang yang sabar. Apakah yang akan menyertainya? Ternyata : Pertolongan dan Rahmat Allah. Jika demikian, apa lagi yang kita butuhkan? Karena bukankah yang kita butuhkan hanyalah pertolongan dan curahan-Nya? Dengan kesadaran seperti itu,  sabar menjadi mudah karena reward-nya luar biasa. Sabar memang tidak boleh ada batasnya karena pahalanya pun tanpa batas. Janji Allah untuk bersama orang yang sabar menjadi motivasi  yang sangat kuat. Seseorang yang beriman memang awalnya ‘Terbakar’, maksudnya didunia bersusah payah dengan berbagai perintah dan larangan yang menjadi ujian. Namun ketaatannya akan berbuah  manis dan menjadikannya bercahaya pada akhirnya. Akhir yang baik… ibadah yang kita lakukan tidak akan terasa berat jika diiringi dengan kesadaran bahwa kita ingin pay back atas berbagai nikmat dan karunia yang Tuhan berikan…

Jika kita ingin tahu apa yang dimohonkan Rasul SAW saat sujud terakhir, rupanya : cahaya di dalam hati. Tak hanya itu saja, beliau juga mohonkan agar diberikan cahaya pada pendengaran, penglihatan dan lisannya. Pada intinya beliau minta disempurnakan cahaya yang ada dalam dirinya. Cahaya inilah yang akan selalu menuntun kita dan menepis provokasi musuh abadi manusia : nafsu dan setan. Berbekal cahaya Ilahi ini, saat diberi ujian pun kita akan bisa bersabar. Sadar sepenuhnya bahwa kita berasal dari Allah dan akan kembali ke Allah. Inginkah kita menjadi hamba yang disukai Allah? Jika Allah suka (Ridho), maka taubat kitapun tak kan tertolak dan Allah akan selalu banggakan kita kepada seluruh penduduk langit. (Dari : Kajian Ibadah Hati)

SDF-1

Bekal Pulang : Iya ya, kematian itu kiamat kecil, yang satu bikin pindah alam ke barzah, yang satu, ya bikin kita semua bedol deso ke akhirat. Tapi kedua-duanya sama-sama bikin kita kehilangan peluang kumpulkan bekal pulang. Jika sudah begitu kiamat mah bener di depan mata ya. Bahkan, kitapun sudah bisa menghadirkan surga di dunia dengan Rumahku Surgaku atau justru sebaliknya. Nidji pun berlantun, “Perangi neraka di dalam hatimu, damaikan jiwamu dengan cinta Dia karena Tuhanlah Maha Cinta”.

Ilustrasi gambar : by Rizki S. Diani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *