DSP’s Weekend Notes - Sang Pemberi Nikmat

Sang Pemberi Nikmat : Apa kabar hatimu? Semoga hatimu selalu hidup J. Hati yang hidup inilah yang membuat kita senantiasa sadar. Kesadaran inilah yang akan tentukan sikap hati dan pemaknaan atas sebuah kebersyukuran kepada Sang Pemberi Nikmat. Sang Pemberi Nikmat selalu ingin arahkan kita pada kebaikan karena sebenarnya Dia tak butuh apapun dari kita. Kebersyukuran kepada Sang Pemberi Nikmat akan buahkan ketaatan yang akan membawa kita ke surga-Nya kelak. Orang arif tak akan menunggu sampai beroleh kenikmatan untuk bisa bersyukur. Karena yang penting baginya adalah bagaimana agar dapat hidup bersama Sang Pemberi Nikmat, bukan kenikmatan itu sendiri.

Dalam hal bersyukur, Daud as adalah panutan. Bagaimana beliau menjalin hubungan istimewa dengan  Tuhan-Nya. Daud membangun tempat khusus baginya untuk bisa berduaan dengan Allah. Zikir, shalat dan puasanya, Allah banggakan kepada penghuni langit. Romantisme Daud kepada Allah begitu indah saat Daud berzikir dengan suaranya yang merdu dan aneka pujian yang indah kepada Allah, burung-burung pun hingga berhenti sejenak untuk ikut mendengarkannya. Ibadah puasanya pun terabadikan hingga kini, sebagai wujud kebersyukuran yang mendalam dan  kerinduan Daud kepada Tuhan-Nya yang amat sangat. Hatinya begitu lekat dan dekat dengan Sang Pemberi Nikmat. Semoga kita pun menjadi hamba yang banyak bersyukur dan selalu banyak menyebut nikmat Allah.

Tabungan

Dalam bersyukur kepada Allah, kita harus meniru bumi. Walau dalam perut bumi ada magma yang siap di semburkan ke luar, namun bumi tetap taat kepada Sang Pemberi Nikmat dan kebersyukurannya diwujudkan dengan tetap tumbuhkan aneka tanaman dan bahan pangan lainnya yang dibutuhkan manusia. Inginkah kita istimewa dimata Allah? Basahilah lidah kita dengan berdzikir. Jika ingin mulia dimata-Nya, tidak lain kecuali :  TAAT. Jika ingin ditambah nikmatnya : jadilah ahli syukur. Ahli syukur saat bertahmid, justru rasakan nikmat yang lebih dari nikmat itu sendiri. Contoh kebersyukuran para Nabi : Nabi Nuh (yang selamat dari orang-orang zalim), Nabi   Ibrahim (yang di karuniai putra di usia senjanya), Nabi Sulaiman dan Nabi Daud  (yang diberi kelebihan yang tidak dimiliki orang lain), Nabi Muhammad (tentang ke Esa-an Allah) dan Para Ahli Surga (yang dihilangkan kesedihan dalam dirinya). Rasul SAW : Harta yang paling berharga adalah lisan yang berdzikir, hati yang bersyukur dan istri yang senantiasa membantu dalam urusan akhirat. (Tafsir Ibnu Kasir) – Dari : Kajian Ibadah Hati

I-Love-You

Inspirasi Lagu : Tak apa listrik Dago suka mati, yang penting cintaku padamu tak pernah padam. Tak apa tak kebagian diskon belanja, yang penting separuh aku adalah dirimu. “Hi Bro! Serius nie mau matiin rasa loe? Dengerin nie kata Boyzone, ‘You’ll never live until you love with all your heart and soul’. Lagian loe khan memang Sang Jiwa, body loe cuma casing doank. So, jangan takut untuk full of love. Karena as soon as loe open heart, loe maunya cuma senyam J senyumJ, dan bilang, ‘Everyday I love you’.”

Ilustrasi gambar : by Rizki S. Diani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *