Lupus Tak Kenal Batas

Momen  World Lupus Day (WLD) 2016 kali ini ditangkap oleh RSUP Hasan Sadikin (RSHS) dengan menggagas seminar bertajuk ‘Lupus tak kenal batas’ di aula IPD RSHS 7 Mei yang lalu, bekerja sama dengan SDF. Seminar ini menarik pula minat sahabat Odapus dari luar kota, seperti dari Jabotabek, Cirebon, Purwakarta, dll. Tembang ‘Care for Lupus’ pun segera mengalun dihantarkan dengan manis oleh the LuLo, membuka acara di Sabtu yg cerah itu. Mewakili RSHS, dr. Rachmat Gunadi, SpPD-KR, sampaikan bahwa masih perlu terus lakukan sosialisasi karena hingga kini masih banyak yang belum tahu Lupus. Padahal Lupus dapat mengenai siapapun, tak kenal batasan usia, jenis kelamin, profesi, etnis maupun negara.

Kesadaran dan mau menerima kondisi sebagai penyandang lupus, salah satu faktor penting yang diungkapkan oleh dr. Andri Reza, SpPD-KR Mkes dalam paparannya ‘Hidup Sehat dengan Lupus dari Sudut Pandang Medis’ maupun Dian Syarief yang ajak sahabat Odapus ’Belajar Bahagia Hidup dengan Lupus’. Lebih jauh, dr. Andri jelaskan ciri-ciri sehat ala Odapus, antara lain tidak kambuh dalam kurun waktu beberapa tahun, dapat lakukan aktivitas seperti biasa dan produktif. Namun perlu terus lakukan terapi untuk temukan cara yang paling efektif jalani aktivitas sesuai kondisi masing-masing Odapus. Sedangkan Dian ajak sahabat Odapus tuk ubah pola pikir dan ambil sudut pandang yang tepat untuk bisa menerima kondisi dirinya. Persepsi positif akan lahirkan sikap yang positif pula. Bisa melihat segala sesuatunya menguntungkan dan ada hikmahnya walau fisik terlemahkan, ruang gerak terbatasi dan lingkup kegiatan berubah sekalipun. Akan tetap dapat berkarya tanpa harus memperburuk kondisi kesehatan karena kehadiran sang Lupus.
Puncak acara WLD di RSHS itu ditandai dengan peluncuran Senam Lupus yang langsung disambut antusias oleh para peserta saat waktunya tiba. Tak hanya Odapus namun juga pendamping dan relawan larut dalam keceriaan bersenam Lupus. Tim FPOK UPI sebagai koreografer memandu senam yang berdurasi hampir 30 menit ini, mulai dari pemanasan, latihan inti hingga relaksasi. Semoga dengan lahirnya Senam Lupus ini, sahabat Odapus lebih bersemangat, tak segan bergerak. Karena justru persendian yang sering terasa kaku perlu dilatih supaya lebih lentur. Tentu saja Senam Lupus ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing, tanpa pemaksaan. Senam ini bertujuan pula untuk melatih pernafasan. Senam Lupus ini tak selalu harus dilakukan bersama-sama, meskipun sendirian di rumah, senam tetap dapat dilakukan dengan mengunduh panduannya di link : https://youtu.be/1cuQk33EmlE.

“Fitness is not about being better than someone else… It’s about better than you used to be…”
From SDF with Never give up spirit,

LP

Speech

Opening speech by Laila Panchasari & dr. Rachmat Gunadi SpPD-KR

Lulo

Opening song by The Lulo

dr-Andri

“Hidup Sehat dengan Lupus dari Sudut Pandang Medis” by dr. Andri Reza, SpPD-KR Mkes

Dian

“Belajar Bahagia hidup dengan Lupus” by Dian Syarief

Participant-1

Participant-2

Participants interaction

Exercise-1

Exercise-2

Lupus Exercise’s Launching

Odapus

Happy & Healthy Odapus

If you want to read more, please click :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *