DSP’s Weekend Notes

Awan

Petikan tausiyah yang sertai shalat Khusuf, 9 Maret 2016 – Mesjid Al-Latif, Bandung : Betapa selama ini kita lebih terpesona & takjub  pada fenomena alam yang langka daripada kepada Sang Pencipta Alam, Sang  Pemilik & Penguasa, Pemilik segenap Kebesaran….

Kerapkali kita lebih disibukkan dengan apa yang terjadi bukan menelaah pesan yang ingin disampaikan oleh Sang Pemilik Kejadian. Fenomena alam yang langka kerapkali dihadirkan tuk sampaikan pesan-Nya. Gerhana matahari, gerhana bulan & yang Lainnya terjadi untuk menghadirkan rasa takut dalam jiwa ini agar terbangun kesadaran betapa Sang Pemilik Kebesaran sangat berkuasa tuk melakukan apa saja sesuai dengan kehendak-Nya. Dia Sang Penguasa jagat raya ini mampu mengatur & menggerakkan benda-benda langit yang sungguh amatlah besar & berkekuatan dahsyat. Jika merenungkan semua itu, tentulah kepala ini semakin tertunduk & hati ini semakin  merunduk. Semakin takzim, semakin menyadari betapa tak berartinya diri ini serta tiada daya & upaya melainkan dengan izin-Nya. Semua dalam pengaturan terbaik Sang Maha Sempurna.

Kita dapat bercermin & belajar dari kisah umat terdahulu, seperti : saat Allah SWT datangkan sekawanan Belalang raksasa dalam jumlah yang besar yang menutupi langit Mesir, namun itu tak membuat takut Fir’aun sang penguasa Mesir kala itu yang menganggap dirinya Tuhan. Juga saat Allah SWT merubah warna sungai Nil menjadi warna Merah darah &  beracun, dimana makhluk hidup yang ada di dalamnya pun mati, namun hal itu tidak juga membuat Fir’aun takut. Maka datanglah azab Allah yang pedih kepada Fir’aun & para pengikutnya. Hal yang sama juga terjadi pada kaum ‘Ad & Tsamud pada zaman Nabi Hud & Nabi Shaleh. Betapa beragam cara & pesan yang Allah hadirkan untuk menyadarkan makhluknya, yang sungguh sangat dicintai-Nya.

Hanya hati yang selalu menghadap kepada Sang Maha Agung yang akan mampu menangkap pesan dari-Nya. Hati yang selalu terhubung & terbimbing oleh-Nya. Rasa takut yang Allah SWT hadirkan, akan selalu  menjaganya agar selalu berada dalam orbit ketaatan kepada-Nya. (Ref : QS. Al-Imran 190-194, Al-Baqarah 255-257). Betapa shalat khusuf berjamaah di Mesjid Al-Latif pagi itu memang melembutkan hati & terasa Sang Maha Lembut sedang menyapa hati yang sedang datang menghampiri-Nya…

Moeslimah-Pray-2

Maryam, Miss Universe : Adalah menarik tuk ketahui sosok wanita ahli surga : Maryam binti Imran, Asiyah istri Fir’aun, Siti Khadijah & Fatimah Azzahra. Sejak kecil Maryam telah menampakkan kesucian jiwanya, kecerdasan pikirannya & sangat kuat ibadahnya. Terlahir dari seorang ibu bernama Hana & telah menjadi yatim sejak masih dalam kandungan. Maryam dibesarkan oleh pamannya Zakaria as. Sejak kecil telah berpisah dengan ibunya yang bernazar untuk menyerahkan Maryam menjadi pelayan Allah di Ma’bad Sulaiman. Saat akan berpisah dengan ibunya, Maryam bermunajat : ‘Ya Allah sesungguhnya Engkau tau aku ini yatim, aku rela berpisah dengan ibuku agar aku bisa dekat dengan Engkau, beri aku kekuatan, aku akan menjadi pelayan-Mu & jangan biarkan ibuku menderita’. Maryam pun sering bertaawudz : “Ya  Allah aku  memohon perlindungan-Mu agar aku & keturunanku dijauhkan dari gangguan syaithan” & berdoa : “A’udzu bilahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi“. Maryam dikenal sebagai Shoimah wa qoimah (siang berpuasa & malam beribadah). Hati Maryam dipenuhi Allah (Unsu billah). Hal itu tercapai karena seperti juga para Nabi, Maryam tidak merasa butuh pada manusia & hanya merasa butuh pada Allah saja. Allah memuliakan Maryam dengan mengabadikan namanya dalam QS. Maryam : 1-98.

Ujian terberat Maryam adalah saat Allah SWT mengamanahi seorang bayi dalam rahimnya padahal Maryam tidak bersuami. Namun Maryam tetap mulia dengan penderitaannya itu, (QS. Al-Imran : 42 & QS.Maryam : 16-25). Derajat ketaatan yang sempurna (Uqnut) juga diraih oleh Maryam. Ampunan &  pahala yang besar Allah SWT sediakan bagi laki-laki & perempuan : orang yang berserah diri, yang beriman, yang sempurna ketaatannya, yang benar, yang sabar, yang khusu’, yang bersedekah, yang berpuasa, yang memelihara kehormatan & yang banyak mengingat Allah (QS. Al-Ahzab : 35). Mukjizat Isa as sebagai bayi yang dapat berbicara dalam QS. Maryam : 30-33. Maryam termasuk As Shidiq (sederajat dengan para sahabat Rasulullah), 1 derajat dibawah Nabi & Rasul.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *