Kopi Darat Pewirausaha Sosial

Flyer

Berani jadi Wirausaha Sosial ? (BWS), itulah tajuk buku yang dibahas Sabtu 16 Juli 2016 lalu di multifunction room SDF bersama Sri Rahayu Hijrah Hati dan Kumala Susanto, wakili tim penulis dari UKM Center FEB UI di acara Kopi Darat Pewirausaha Sosial. Buku BWS ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan panduan maupun motivasi dan inspirasi bagi mereka yang ingin ber-wirausaha sosial (wirsos) ataupun yang sudah terjun menjadi wirsos. Secara garis besar, BWS berisi kisah-kisah inspiratif wirsos di dunia maupun Indonesia yang menjadi bukti bahwa wirsos bisa menjadi solusi dari berbagai permasalahan sosial dan pada saat bersamaan juga menghasilkan keuntungan bagi yg menjalankannya. Dalam BWS juga dijelaskan mengenai ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia, konsep dan model wirsos, bagaimana menyusun rencana bisnis yg efektif untuk wirsos serta tips dan trik mempresentasikan ide dan rencana bisnis bagi wirsos. Suasana pertemuan berlangsung hangat & akrab, dimulai dari perkenalan para peserta yg mewakili finalis AJWSB, sahabat odapus, lovi dan volunteer SDF, dan CIEL SBM ITB.

Kopi-1

Dalam pemaparannya, Cici sunda (panggilan akrab Sri Rahayu) berpendapat bahwa setiap orang dapat menjadi wirausahawan sosial. Menurut beliau pula, menjadi seorang wirausahawan sosial bukanlah berasal dari faktor gen yang diturunkan secara turun temurun, melainkan karena proses dalam diri seseorang yang secara terus menerus baik disengaja ataupun tidak, berada dalam lingkungan yang menyebabkan kepekaan sosialnya terasah. Contohnya ada yang dikarenakan sering melihat orangtuanya menjalankan aktivitas sosial, ada yang karena ingin menolong warga disekitarnya yang terjerat rentenir, ada juga yang tidak ingin profesi petani berikut dengan hasil-hasil sumber daya alam indonesia menjadi punah.

Kopi-2

Lalu para peserta juga mengungkapkan berbagai alasan mengapa mereka ingin menjadi wirsos, ada yg karena terbatasnya lapangan kerja bagi para penyandang disabilitas, ingin berbuat lebih dari sekedar berbisnis mencari keuntungan, adapula yg karena dari semasa kecil sudah berada di lingkungan orangtua yg juga wirsos. Salah satu permasalahan yg umum dihadapi wirsos adalah tak mudah untuk dapatkan tenaga pendukung/SDM yg miliki visi & misi yg sama. Di sinilah perlu dukungan dari lingkungan, teman, keluarga juga pemerintah dan lembaga pendidikan. Diharapkan juga dukungan dalam bentuk insentif atau kebijakan dari pemerintah, dari lembaga pendidikan berupa penugasan mahasiswanya untuk berikan bantuan sukarela di komunitas sosial atau wirsos yg baru berdiri maupun bantuan para ahli dari berbagai bidang yg dapat menjadi mentor bagi wirsos. Salah satu ciri wirsos yang membedakannya dengan bisnis konvensional, adanya niat baik untuk memberdayakan orang lain yg berkelanjutan. Sebagai wirsos, tetap perlu menjaga kualitas produk, menjalankan bisnis dengan profesional, etis & jujur serta konsisten dengan visi & misinya.

Foto-Bersama-2

Rasanya masih banyak sekali hal yg ingin dibahas & didiskusikan, namun waktu jualah yg membatasi. Diharapkan dari Kopi Darat ini para peserta dapat semakin yakin pilihan menjadi wirsos adalah pilihan yg tepat dan dapat menularkan semangatnya ke lingkungan sekitar sehingga wirsos tumbuh semakin subur di Indonesia. Buku BWS ini dapat diakses juga di link http://go.dbs.com/sebook

Buku

“All humans are born entrepreneurs. The fact that the poor are alive is clear proof of their ability.” Muhammad Yunus, Bangladeshi social entrepreneur, founder of Grameen Bank.

Salam kaya hati… kaya kreasi,

LP & GN

Foto-Bersama-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *