Pulang ke Solo

Sahabat tercinta,

Solo adalah kota asal Bundaku, bisa berada disana & berbagi bersama para sahabat Odapus di kota itu, memberikan kesan tersendiri…. Betapa tidak, sampai 2 hari jelang keberangkatan ke Surakarta, aku masih kenakan seragam pasien & masih tuntaskan terapi perawatan terakhir di RS Siloam Asri – Jakarta. Ikhtiar terapi selama 5 hari harus dijalani dulu tuk atasi peradangan yang terjadi di rongga hidung, yang akibatkan batuk akut & sesak nafas….. pun ketika tiba selamat di Solo, 2 kali UGD masih harus dikunjungi sebelum akhirnya bisa legaa bernafass & berjumpa dengan para sahabat yang selama ini hanya bersua melalui ‘Sunrise Serenade’ atau ‘Miracle of Love’. Kerepotan harus berganti jadwal pesawat karena kondisi yang belum siap terbang pun terobati, saat bisa berjumpa & berpelukan dengan para sahabat. Mengobati kerinduan mereka, mendengarkan rasa mereka & melepaskan keharuan yang akhirnya berwujud syukur karena mereka semua bisa berproses & move on. Tak mudah memang hidup bersama si Luppy yang nakal ini… baik bagi sahabat Odapus maupun pendampingnya. Menjadi duri dalam daging, menjadi serba salah & ketidaknyamanan berjangka panjang…..

Tak ada jalan lain kecuali belajar, karena sayang sekali jika kesempatan hidup yang hanya satu kali ini & luar biasa berharganya hanya dilewatkan dengan bersedih, menangis & hanya merasakan kesakitan….. Sakit itu tak harus menderita. Yang sakit itu jasadnya. Jiwanya tak perlu ikut sakit. Bisa diikhtiarkan untuk tetap sehat & tetap bisa merasakan kebahagiaan. Bukankah selama berkesempatan hidup di dunia, kebahagiaanlah yang paling kita inginkan? Dimungkinkan loh tetap bahagia, walau raga sakit. Selama kita mau ikut aturan main-Nya & menghanyutkan diri pada semua ketetapan-Nya…. reward-nya : happy lho. Sakit adalah adzan-nya tuk berobat. Ikhtiarkan saja yang terbaik, semampu yang kita bisa sesuai kekuatan kita. Jika sudah lakukan itu, serahkan hasilnya kepada Sang Maha Pemelihara. Kembalikan lagi masalahnya kepada Sang Maha Pintar. Dia hanya ingin melihat kesungguhan ikhtiar kita & kerelaan kita tuk memerima ujian yang Dia berikan, tanpa pernah melepaskan jubah kasih sayang-Nya. Dia selalu ingin membaguskan kita & membuat kita menjadi lebih baik. Caranya memang misterius, karena hadir melalui ujian kesulitan & aneka ketidaknyamanan. Kitalah yang harus belajar memahami setiap pesan cinta yang Dia kirimkan. Untuk kita, hamba kesayangan-Nya….

Belajar bahagia dalam kondisi apapun…..

From Surakarta with love,

DSP

solo-1

Saat di inhasi di Solo ditemani Ketua Griya Kupu

solo-2

Puisi penguatan oleh sahabat Odapus, dr. Annisa Budiastuti

solo-3

solo-4

Belajar Bahagia Hidup dengan Lupus

solo-5

Testimoni pendamping Odapus

solo-6

Bahagia berbagi

solo-7

solo-8

“Belajar Bahagia” tuk Odapus Solo

solo-9

“Care for Lupus, your caring saves lives”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *