TABL* Goes to SLB

Program TABL (Tebar Alat Bantu Low vision) membawa SDF ke Surabaya & bersinergi dengan SLB (sekolah Luar Biasa) disana. Jarak tak jadi penghalang karena semua pihak yang terkait ‘Melihat dengan Hati’. Semua mengikhlaskan diri menjadi mata bagi sesama…. semangat berbagi itu terwujud saat pertengahan September 2016 yang lalu, SDF bersinergi dengan LPT (Lembaga Pemberdayaan Tunanetra) Surabaya dalam hal pemberian alat bantu low vision yang dibutuhkan oleh sahabat Lovi disana.

Apapun yang digerakkan oleh hati, niscaya memberikan kehangatan & keakraban saat bersama dalam kebaikan. Itupula yang terjadi saat Laila Panchasari – Manager SDF bertemu untuk pertama kalinya dengan pengurus LPT & salah seorang Dokter Pemerhati Low vision (DPLv) : dr. Ria Sandy Deneska, SpM yg akrab dipanggil dr. Nieke & membantu melakukan pemeriksaan & menentukan jenis serta ukuran alat bantu yang tepat. Ada 20 siswa, guru dan alumni SLB yg diperiksa, tak hanya dari Surabaya tapi juga dari Mojokerto, Sidoarjo dan Bojonegoro.

Acara yang berlangsung sederhana namun bermakna itu, diawali dengan ajakan untuk menjaga kebersihan tangan yang seringkali dilupakan, padahal penting. Karena selalu digunakan untuk mengusap/ membersihkan mata. Dr. Nieke SpM yang dibantu 2 orang residen, melakukan rangkaian pemeriksaan dengan sabar & teliti.

Program TABL bergulir terus & setelah Surabaya, tiba giliran Bandung di akhir September yang lalu. Kali ini berlokasi di SLB Darul Hidayah – Bandung yang diikuti oleh para siswa gabungan 5 SLB lainnya. Kali ini yang melakukan pemeriksaan adalah : dr. Karmelita Satari, SpM dan refraksionis Nur Aisyah dari PMN RSM Cicendo yang memeriksa setiap siswa dengan sabar & seksama. Termasuk saat ada siswa yang menangis, karena takut  disuntik dokter 🙂 Atau saat siswa yang awalnya tak mau mencoba gunakan alat bantu ini, karena belum terinformasi & belum paham manfaatnya. Reaksi yang berbeda ditunjukkan oleh anak yang lain yg spontan menjerit kegirangan, saat dia bisa melihat tulisan angka di papan tulis dengan gunakan alat bantu teleskop…..  Dua! Teriaknya seakan tak percaya bahwa dia baru saja bisa melihat dengan jelas bentuk angka dua itu.

Semua yg berada di ruangan itupun ikut tersengat bahagia, karena dunia menjadi lebih jelas & lebih indah hari itu. Untuk yang mendapatkan alat bantu (loupe/magnifier) yang tepat, tentu saja merasa gembira. Namun tak semua bernasib sama, karena kondisi penglihatan yang berbeda…. Untuk sahabat Lovi yang tak bisa gunakan alat bantu yang sifatnya perbesaran, maka solusinya adalah memindahkan fungsi penglihatan ke pendengaran, seperti gunakan talking computer, talking handphone, dll. Tak mudah memang pada awalnya berinteraksi dengan anak-anak penyandang disabilitas netra yang baru pertama kali berjumpa itu.

Dibutuhkan kesabaran, pendekatan & sentuhan untuk bisa membangun komunikasi dua arah. Bahagia sekali rasanya ketika akhirnya bisa berinteraksi, menghadiahkan alat bantu & memberikan harapan baru bagi mereka. Menjadikan mereka seorang Low vision yang bright passion. Let’s light up the world with the ray of our heart.

Salam

LP & DSP

tabl-1

 

tabl-2

Dr. Nieke SpM in action (Sby)

tabl-3

tabl-4

Sahabat Lovi Sby mencoba gunakan hand held magnifier & teleskop

tabl-5

tabl-6

Pemeriksanaan tajam penglihatan secara manual

tabl-7

tabl-8

Pemeriksaan demi pemeriksaan…

tabl-9

Hadiah teleskop untuk sang Lovi cilik

tabl-10

Los vision, bright passion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *