Song and Music Competition WSD 2016

Song and Music Competition WSD 2016

Sebuah kompetisi yg dipenuhi rasa cinta

 

Bernyanyi & bermusik adalah sebuah kemampuan yg kerap dimiliki oleh para sahabat Low vision (Lovi) & Totally Blind (TB). Namun kemampuan itu baru akan lahir jika potensi yg ada dapat tergali dan kemudian diasah melalui latihan untuk bisa menghasilkan sebuah kemampuan yg  mumpuni. Berangkat dari kesadaran itu, sambut WSD (World Sight Day) 2016, Care for Low vision SDF menginisiasi sebuah kompetisi untuk menggali potensi bakat yg dimiliki para sahabat Lovi/TB ini. Harapannya tentu saja agar para sahabat Lovi/TB tersebut dapat lebih berdaya dengan kemampuan bernyanyi & bemusik yg dimilikinya.

Tak hanya dari Bandung saja, ternyata peserta juga datang dari berbagai daerah, seperti : Sumedang, Tasikmalaya, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi & Jakarta. Animo peserta dari hari kehari semakin meningkat sesaat setelah acara kompetisi ini dipublikasikan. Hadiah sudah bukan lagi tujuan utama dalam kompetisi ini, tapi kami ingin menunjukan pada dunia bahwa diluar keterbatasan penglihatan, kami memiliki semangat juang untuk berkarya”, ungkap salah satu peserta.

Audisi awal dengan 45 peserta, kemudian menghasilkan 20 semifinalis yg berikutnya mengerucut menjadi 6 finalis. Para finalis ini, sebelum berlaga di babak final, akan mengikuti dahulu proses mentoring yg diberikan oleh ahlinya, seperti : Imam Pras (musisi/keyboardist handal) untuk musik & Nenden Shintawati (vocalist & composer tuna netra) untuk olah vocal. Nenden sendiri sempat membuat 3 lagu dengan nilai2 yg dimiliki SDF : Never give up!, Light up the world with the ray of our heart & Cintamu. Adapun grand final kompetisi tersebut akan dilaksanakan pada puncak acara peringatan WSD : Sabtu, 15 Oktober 2016 mendatang di Auditorium RSP FK UNPAD Lt. 2 – Bandung.

Ajang kompetisi yg untuk pertamakalinya di galang SDF ini berlangsung secara sederhana namun penuh makna. Karena dikerjakan dengan penuh semangat & rasa cinta oleh para relawan SDF dengan mengambil berbagai peran seperti : panitia pelaksana, mentor dan dewan juri. Salah satu dewan juri kompetisi ini adalah : DR., dr. Andika Prahasta SpM., Mkes, seorang ahli mata dari PMN RSM Cicendo yg pehobi musik. Kepeduliannya telah diwujudkan pula melalui 2 lagu karyanya : Care for Lupus & Sahabat setia. Uniknya pada acara 15 Oktober 2016 nanti, beliau akan menempati dua posisi. Yg pertama sebagai konsultan glukoma di acara konsultasi mata gratis & yg kedua sebagai dewan juri di acara grand final kompetisi. Sungguh saat jiwa kita terpanggil & hati ini didedikasikan hanya untuk Tuhan semata, kesungguhan tuk berikhtiar pun akan lahir & kekuatan tuk hadapi berbagai kendala yg ada pun hadir….. Love you all!

Salam

HH & DSP

 

smc-1

Animo peserta saat registrasi

smc-2

Ega semifinalis asal Depok

smc-3

Ismi semifinalis Bandung

smc-4

Sammy asal Bekasi saat audisi

smc-5

Renda sang Bassis

smc-6

Paduan Harmonika dengan Kecapi oleh Kang Usep

smc-7

Peserta audisi yang tak mengenal usia

smc-8

Widya, peserta yang wakili Lovi cilik

smc-9

Dewan Juri saat audisi

smc-10

Dewan Juri saat semifinalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *