Peluncuran Gerakan Indonesia Cerdas Finansial

Siaran Pers

Senin, 21 Agustus 2017

Peluncuran Gerakan Indonesia Cerdas Finansial

Peluncuran

Dokumentasi : Soft Launching – Gerakan Indonesia Cerdas Finansial, 10 Juni 2017, Auditorium CC Timur ITB

Syamsi Dhuha Foundation (SDF) LSM nirlaba  yang sedang bertransformasi menjadi wirausaha sosial melalui unit usahanya Financial Wisdom, besok akan luncurkan kampanye edukasi publik ‘Gerakan Indonesia Cerdas Finansial (GICF)’. GICF merupakan kampanye publik tuk bangun kesadaran dan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya literasi keuangan. Jika masyarakat Indonesia miliki kecakapan dalam kelola keuangannya, diharapkan berdampak pada kesejahteraan hidup. GICF bertujuan mendorong literasi keuangan Indonesia menjadi 36% dan inklusi keuangan Indonesia menjadi 75% pada tahun 2019 sejalan dengan misi OJK.

Bersamaan dengan peluncuran GICF, SDF sebagai inisiator juga hadirkan dua sesi diskusi panel : ‘Urgensi Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat’ dan ‘Peran Financial Technology (Fintech) dalam Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia’. Diskusi panel yang dibuka dengan keynote speech oleh Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi & Perlindungan Konsumen – Tirta Segara ini usung sederatan profesional tuk berkontribusi : Eko P. Pratomo (Pendiri SDF dan Financial Wisdom), Tri Djoko Santoso, CFP (Ketua Financial Planning Standard Board),  Dr. Subiakto Soekarno  (Dosen SBM ITB), Jimmy  Gani, B.A., MPA (CEO IPMI International Business School), Adjie Wicaksana, Msc (CEO Financial Wisdom), Adrian Gunadi, MM (CEO Investree) dan Yohanes Yudistira (Direktur KVision, Kompas Gramedia Group) dan Aria Widyanto (Vice President of Product Amartha).

Data dari OJK menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan di Indonesia hanya 29,66% dari total populasi dengan indeks inklusi keuangan 67,82%. Angka tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain di ASEAN seperti Thailand (78%), Malaysia (81%) dan Singapura 96%.

Dampak dari rendahnya literasi finansial ini adalah sebagai berikut :

  • Rasio menabung masyarakat kita rendah, hanya 32% dari total populasi, angka yang dinilai masih rendah jika kita kembali membandingkan dengan tiga Negara tetangga seperti Singapore 45%, China 48% dan Philippines 44% (World Bank, 2016).
  • Rasio investasi negara kita pun masih sangat rendah, merujuk pada release PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dimana jumlah investor pasar modal kurang dari 1% (1.000.289 investor) dari total populasi.

“Sejak Kecil kita belajar bagaimana caranya mencari uang tetapi tidak belajar bagaimana cara mengelolanya, sehingga mengakibatkan gaya hidup konsumtif, rendahnya rasio menabung, rendahnya rasio investasi pasar modal, pengeluaran lebih besar dari pendapatan, terjebak investasi bodong, tidak mempersiapkan dana kebutuhan masa depan. Kondisi tersebut melandasi lahirnya Financial Wisdom yang dalam perkembangannya meluncurkan GICF sebagai upaya membangun kesadaran sekaligus mengedukasi masyarakat secara masif mengenai pentingnya literasi keuangan dengan wisdom spiritualitas”, papar Eko Pratomo

Sementara itu, Adjie Wicaksana – CEO Financial Wisdom tambahkan, “Financial Technology (fintech) merupakan kategori industri startup terbesar kedua setelah e-commerce yang secara pertumbuhannya sangat signifikan. Sejauh ini industri fintech masih didominasi oleh kategori payment platformcomparison platform, dan lending platform. Disini kami melihat teknologi sebenarnya bisa mendorong kapasitas masyarakat dalam mengelola keuangan lebih bijak melalui pendekatan edukasi, teknologi kami jadikan kekuatan yang mendorong perluas jangkauan kita dalam mengedukasi masyarakat mengenai literasi keuangan. Melalui Financial Wisdom, kami memulainya dengan bangun online education platform terkait personal finance belajar finansial untuk menjangkau semua kalangan mulai dari ibu rumah tangga, kaum muda, pengusaha dan profesional”.

Acara peluncuran GICF ditandai pula dengan penandatanganan dukungan GICF oleh seluruh panelis dan penandatanganan nota kesepahaman dari berbagai pihak terkait, seperti : Financial Planning Standard Boards Indonesia (FPSB Indonesia), KADIN Provinsi Jabar, DINAS KUMKM Provinsi Jabar dan Institusi Pendidikan (IPMI International Business School). Melalui GICF ini SDF mengajak berbagai pihak yang berkepentingan baik pemerintah, swasta, komunitas, bahkan individu untuk berkolaborasi mendorong literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi :

  • Dira Illanoor – Deputy Director Financial Wisdom

Mobile : 0811 – 211 – 4140

Email : dira@financialwisdom.id

  • Stefy Santoso – Chief Partnership Officer

Mobile 0821 – 2923 – 5183

Email : stefy@financialwisdom.id

GICF Supported by :

Supported GICF

 

BACKGROUND INDFORMATION

1. Sekilas Syamsi Dhuha Foundation

Syamsi Dhuha Foundation (SDF) www.syamsidhuhafoundation.org merupakan LSM nirlaba yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan. Didirikan oleh Eko  Pratomo dan Dian Syarief akhir 2003, dan mulai bergerak di lapangan 2004. Menyadari kegiatan social membutuhkan dana yang cukup besar dan perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, SDF bertransformasi menjadi social enterprise untuk mengurangi ketergantungan dana dari donatur.

2. Sekilas Financial Wisdom

Financial Wisdom www.financialwisdom.id merupakan unit usaha yang dimiliki oleh SDF untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) program-program SDF sendiri. Keberadaan Financial Wisdom ditujukan untuk mendorong peningkatan literasi keuangan di Indonesia dengan “wisdom spiritualitas” dilatarbelakangi keprihatinan akan rendahnya literasi & inklusi keuangan di Indonesia. Upaya peningkatan literasi & inklusi keuangan tersebut diantaranya diaplikasikan dengan menyediakan platform edukasi online mengenai literasi keuangan yang dapat diakses melalui situs www.belajarfinansial.id dengan lebih dari 100 konten video pembelajaran mengenai keuangan dan investasi.

3. Sekilas Founder & Co Founder

Eko Pratomo (Pendiri SDF & Founder Financial Wisdom)

Merupakan former CEO dan Senior Advisor di salah satu Manajer Investasi Keuangan terbesar di Indonesia. Lulusan Teknik Penerbangan ITB dan IPMI International Business School. Lebih dari 20 tahun berperan sebagai praktisi investasi dan keuangan, penulis buku serial “50 Financial Wisdom” dan “Berwisata ke Dunia Reksadana”. Rutin menjadi narasumber dalam radio talkshow “Smart Financial Wisdom” di Radio SmartFM dan kolomnis tabloid Kontan. Penghargaan yang diterima : Indonesia’s Asset Manager CEO of the Year 2008 dari Asia Asset Management, Finalist Ernst & Young Social Entrepreneur of The Year 2013. Bustanil Arifin Thought Leadership Award 2015 dari IPMI International Business School.

Adjie Wicaksana (CEO Financial Wisdom)

Merupakan CEO Financial Wisdom, Direktur Rekacipta Inovasi ITB dan Cofounder Innovation and Community Development Center (ICDC). Lulusan Teknik Industri ITB dan Master of Science in Social Entrepreneurship dari University of Southern California. Mendapatkan berbagai penghargaan dalam bidang social entreprise, diantaranya “Promising Young Leader of Indonesia” Wempy Dyocta Koto Award, “Best Indonesia Young Social Entrepreneur Indonesia” Social Entrepreneur Academy Dompet Dhuafa dan “Young Changemakers” Ashoka Indonesia.

FW-Event-2017

Bandung Office : Jl. Ir. H. Djuanda, No 369, Komplek DDK, No 1, Dago, Bandung

Jakarta Office : Block71 Jakarta, Ariobimo Sentral Building, Level 8, Jl. HR Rasuna Said Kav X-2 No 5

Kuningan Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *