SMART AUTOIMMUNERS

SMART AUTOIMMUNERS

Reumatologi Klinik Bandung (RKB) kembali gelar simposium yg sudah jadi agenda tahunan di Hotel Crowne Plaza, Bandung, 23 Februari 2020. Sekitar 60 orang penyandang autoimun (Autoimmuners) beserta pendampingnya ikuti program ini, selain dari Bandung dan sekitarnya, hadir pula Autoimmuners dari Jakarta. Senam Lupus & tik tok by Lupie,  awali acara dan hangatkan suasana, hantarkan peserta tuk siap menyimak para pembicara pagi itu.

Sesi dibuka dengan pemaparan dr. Anna Ariane, SpPD-KR tentang ‘Lupus & Related Diseases’. Penyakit autoimun terjadi karena sistem imun yg seharusnya melindungi tubuh dari bahaya infeksi virus dan bakteri dari luar, berbalik menyerang sistem dan organ tubuh sendiri. Harus diperhatikan Autoimun  diagnosis, perlu ditentukan jenisnya untuk lakukan terapi yg tepat. Lupus (SLE – Systemic Lupus Erythematosus), yg dapat mengenai berbagai organ tubuh adalah salah satu jenis penyakit autoimun yg terbanyak penyandangnya. Gejala bergantung organ tubuh yg terkena, yg paling banyak : pada otot dan tulang yaitu pada peradangan sendi, nyeri sendi. Kedua pada kulit dan Mukosa yaitu sensitif terhadap sinar matahari, ruam pada pipi, sariawan. Ketiga pada ginjal yaitu fungsi ginjal terganggu, tubuh bengkak, BAK berbusa atau keruh. Keempat pada pemeriksaan darah yaitu sel darah rendah (anemia, leukopenia, trombositopenia), autoantibodi (ANA, Anti DSNA, Anti Smith Antibodies). Penyakit lain yg juga miliki gejala serupa a.l. Rheumatoid Arthritis, Scleroderma, ITP (Idiopathic thrombocytopenic purpura) dan APS (Antiphospholipid antibody syndrome).

Dalam sesinya ‘Smart Autoimmuners’, Dian Syarief – Ketua SDF, bagikan kiat-kiatnya tuk tetap semangat jalankan aktivitas dan bisa bersahabat dengan Autoimunnya :

  • Selesai dengan dirinya sendiri, dapat menerima keadaannya.
  • Mau Mikir, meskipun sakit, jangan biarkan penyakit menguasai diri kita.
  • Aktif ikhtiar, terus lakukan terapi/pengobatan yg dianjurkan, perbaiki pola makan, pola pikir, pola hidup, kenali & bersahabat dengan penyakit kita, selalu pantau perubahannya gunakan Lupie Diary J
  • Rela diatur dengan ketetapan-Nya, berserah diri dengan ketetapan dari Sang Maha Bijak, karena terbangun keyakinan bahwa semua yg berasal dari-Nya adalah yg terbaik.
  • Tegar bersikap, jika telah berpegang pada buhul tali yg kokoh, tak ada yg harus ditakutkan.

Pada sesi tanya jawab yg singkat, dr. Anna tanggapi pertanyaan peserta penyandang lupus yg kondisinya sudah terkendali namun baru saja terdiagnosa Sjorgren syndrome, hal ini dapat terjadi disebabkan oleh antibodi yg sama namun manifestasinya berbeda. Jika sudah bisa bersahabat dengan  lupusnya, tentu bisa juga atasi sjorgrennya. (LP)

Keep moving, keep dancing, keep shining…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *