Simbolisasi Penyerahan Beasiswa SDF X

Sahabat tercinta,

Acara Simbolisasi Penyerahan Beasiswa SDF X, 19 September ’20, yang kali ini dilakukan daring diawali “Heal The World” oleh Irsyad (GL’18), serta sambutan Eko Pratomo, Pendiri SDF & Dr. G. Prasetyo, Direktur Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB. Diikuti 54 peserta,  para penerima dan alumni beasiswa (the Scholars), pengurus Ditmawa, Kepala Sekolah & perwakilan dari SMAN 5 Bandung serta pembicara tamu Tyovan Ari Widagdo – IT Entrepreneur.

Tyovan yang sejak SMP sudah tertarik terjun di bidang IT, harus hadapi berbagai tantangan tuk raih cita-citanya. Saat lulus SMP, Tyovan tak dapat langsung teruskan ke SMA karena kondisi ekonomi, namun hal tersebut tak patahkan semangatnya tuk terus belajar dari berbagai sumber. Terbukti, hal ini buahkan hasil, di SMA, Tyovan dapatkan peluang tuk membuat situs kota kelahirannya, Wonosobo, dan dirikan usaha pertamanya. Meski tak dapat lanjutkan ke PTN, Tyovan bersyukur karena lingkungan kampusnya sangat mendukung, berbagai kesempatan diperolehnya ikuti berbagai kompetisi, pertukaran pelajar, hingga magang di markas besar Google, ditunjuk sebagai country director termuda Dolphin Browser, AS, belajar langsung dari ahli IT dari Jepang bersama-sama dengan pendiri Bukalapak, Tokopedia. Saat ini aplikasi Bahaso yang berawal skripsinya sudah diakui, lulusan programnya akan dapatkan sertifikat dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Tyovan semangati the Scholars dengan bagikan kiat suksesnya :

  • Tuk miliki keahlian di suatu bidang, perlu pelajari/latihan minimal 10.000 jam
  • Set goal, alokasikan 15-30’/hari, lakukan setiap hari
  • Tiga kunci tuk raih sukses :
  1. Dream, tentukan visi ke depan apa yang kita inginkan, dengan target waktunya, misalnya di usia 50th kita ingin mencapai posisi tertentu,
  2. Believe, miliki keyakinan kita dapat mencapainya
  3. Action, lakukan kerjanya, buat perencanaan per 5 tahun

Simbolisasi dilakukan dengan tayangkan e-sertifikat dan diakhiri do’a bersama serta persembahan dari Kids Club “Jauh di Mata, Dekat di Hati”.

Please visit: https://www.kompas.com/edu/read/2020/09/17/203623271/sdf-salurkan-dana-beasiswa-bagi-penyandang-difabel-netra-dan-autoimun?page=all#page2

Ada yg hilang tahun ini saat simbolisasi pemyerahan  Beasiswa SDF X…. ah betapa aku kehilangan sentuhan dari berinteraksi secara langsung dengan the Scholars mulai dari proses seleksi interview hingga ke acaranya. Betapa tak ada gelak tawa atau bahkan keharuan yg terselip…. Kurang seru, kurang rasa. Itu tentu belum seberapa dibandingkan hambarnya belajar secara daring yg terpaksa harus dilakoni para siswa/mahasiswa maupun guru/dosennya. Tapi tentu saja harus tetap disyukuri nikmat sehat yg masih melekat di diri ini tuk tetap bisa belajar & mengajar dengan saling kirimkan sinyal kebaikan & aura positif yg saling menguatkan & membahagiakan…. Never give up!

Usai acara the scholars siang tadi, ku jumpai ada kiriman di mejaku. Aah! Dari Sasa rupanya… hatiku bersorak girang. Alida atau akrab dipanggil Sasa adalah salah satu alumni the scholars yg dulu berkuliah di Kriya – FSRD.  Walau dengan keterbatasan penglihatan yg ada, aku selalu senang jika berkesempatan tuk bisa melihat pameran karya Sasa & teman-temannya yg lain. Serasa semua indra ku dapat bekerja dengan baik tuk bisa menikmati semua beragam karya yg tersaji. Aku Selalu kagum pada kreativitas anak-anak FSRD. Pameran terakhir yg kunikmati adalah saat Sasa & teman-temannya gelar pameran tugas akhir di Aula Timur ITB dengan memajang kreasi fashion cantiknya. Setelah lulus, saat ini Sasa bekerja di salah satu stasiun TV tuk tangani urusan apalagi kalau bukan Wardrobe. Kali ini Sasa kirimkan masker karyanya kepadaku thanks my dear… Love it! Selalu bahagia tiap kali ada anak the scholars yg berkabar dengan beragam kisah suka dukanya di episode kehidupan baru mereka setelah lulus kuliah… Wish you all the best guys 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *